0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Cegah Korupsi dengan Wayang

Wakil Ketua MPR RI, Hajriyanto Y Thohari (dok.timlo.net/agung)

Sragen – Dipilihnya wayang kulit sebagai sarana untuk menyosialisasikan 4 pilar kehidupan berbangsa dan bernegara, karena wayang masih dipandang ampuh untuk menyebarkan pesan moral dan pendidikan di masyarakat. Wakil Ketua MPR Hajriyanto Y Thohari, kepada wartawan mengatakan, melalui wayang, 4 pilar kehidupan, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika perlu disosialisasikan kembali di tengah kemerosotan moral dan semakin merebaknya budaya korupsi.

“Wayang ini merupakan jalur seni budaya yang digunakan untuk sosialisasi 4 pilar. Dengan satu pertimbangan wayang ini masih punya pengaruh yang sangat besar di tengah masyarakat, sehingga melalui tontotan sekaligus tuntunan akan disisipkan program-program  mengenai 4 pilar negara. Kita melihat wayang ini merupakan media yang efektif untuk itu,” kata Hajriyanto, di Sragen.

Selain memberikan hiburan kepada masyarakat di bumi sukowati, lanjut Hajriyanto, penyelenggaraan wayang kulit yang diadakan MPR, kerja sama dengan Pemkab Sragen tersebut, juga bertujuan untuk melestarikan bufaya Jawa yang terkenal masih adiluhung. Sehingga wayang kulit ini tetap lestari dan hidup berkembang di tengah-tengah masyarakat dalam suasana industrialisme dan kapitalisme seperti sekarang ini. Wayanhg kulit dengan cerita “Semar Boyong” dengan dalang Ki Anom Suroto,  Jumat (19/10) malam, berlangsung cukup meriah.

Di sisi lain anggota DPR dari Partai Golkar ini juga menyoroti gejala yang berkembang di masyarakat akhir-akhir ini, seperti adanya kekerasan, tawuran antar warga yang memiliki dimensi sara, yang pada akhirnya dapat mengganggu bagi kerukunan masyarakat. Sementara di tingkat penyelenggara negara sendiri juga mengalami kemerosotan dalam pengamalan nilai-nilai pancasila. Ini terbukti dengan tetap maraknya korupsi yang terus terungkap silih berganti setiap hari.

“Ini menunjukkan bahwa penyelenggara negara kita baik di legeslatif, eksekutif atau yudikatif itu masih jauh dari nilai-nilai 4 pilar negara yang ditunjukkan oleh banalisasi kemerosotan nilai-nilai cinta bangsa dan kejujuran sehingga kita melihat kecenderungan korupsi ini semakin marak,” pungkas Hajriyanto.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge