0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bank Mutiara Tunggu Putusan MA

Pengacara Bank Mutiara, Mahendradata (kanan) saat memberi keterangan pers (dok.timlo.net/iwan dwi wahyu)

Solo — Terkait dengan turunnya putusan Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia (RI) nomor 2838 K/Pdt/2011 yang berawal di PN Surakarta terkait dengan kewajiban pihak Bank Century yang sekarang berubah menjadi PT, Bank Mutiara untuk melakukan pembayaran ganti rugi ke sejumlan nasabah sebesar Rp 41 milliar. Pihak Bank Mutiara melalui kuasa hukumnya nampaknya masih menunggu proses pelaksanaan putusan dari MA tersebut.

Hal ini disampaikan kuasa hukum Bank Mutiara Mahendradata kepada wartawan di Solo, Senin (22/10). “Meski putusan MA yang sudah turun beberapa lalu di PN Surakarta, sampai saat ini kami belum menerima proses salinan putusan MA” kata advokat kondang tersebut.

Dikatakan, pihaknya akan patuh pada proses hukum. Namun pihaknya juga akan menunggu proses eksekusi secara hukum yang berlaku, karena di dalam putusan itu masih ada beberapa yang perlu proses hukum lebih lanjut.

Menurutnya, dalam putusan MA yang turun beberapa lalu tersebut ada indikasi kepentingan dari para oknum yang berbuat tidak baik atas perkara itu. Ia akan mengejar beberapa oknum yang menumpangi perkara itu sampai nanti ke proses pengadilan. Terkait dengan adanya desakan dari para nasabah yang mendesak Bank Mutiara untuk mencairkan uang bagi para nasabah, Mahendradata menjelaskan, kasus itu akan diselesaikan di PN.

Lebih lanjut dikatakan, permasalahan yang paling penting adalah bila Bank Mutiara tetap dipaksa untuk membayar kerugian investasi Antaboga, yang notabene adalah badan hukum lain, yang tidak terkait pengambil alihan Bank Century. Maka dana yang dipergunakan tentunya, dana yang menjadi milik Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sebagai pemilik baru bank Mutiara.

“Jelas ini akan menimbulkan permasalaha besar, dana yang dimiliki LPS itu walaupun modal awalnya dari pemrintahan RI sekaligus uang negara tapi dana itu saat ini adalah milik para penabung di beberbagai bank yang berada di seluruh indonesia, dari Sabang sampai Merauke dimana bunga tabunga selalu dipotong 0,25% untuk premi LPS. Pertanyaannya apakah nanti mereka rela uangnya dipergunakan untuk membayar kerugian investasi bodong (nasabah Bank Century – Red),” jelas Mahendradata.

Sementara itu, diketahui sebelumnya sekitar 27 nasabah Bank Century yang sekarang berubah menjadi Bank Mutiara setelah turunnya putusan MA tersebut mendesak agar dana mereka segera dikembalikan. Mereka mendesak untuk pihak bank mengembalikan dana mereka secara kontan dan tunai atau tanpa diangsur. “Sekarang sudah tidak ada alasan lagi untuk memperlambat pencairan itu karena putusan MA sudah turun,” ujar Ziput, salah satu koordinator dari korban nasabah Century saat ditemui wartawan beberapa lalu di PN Surakarta.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge