0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Gerakan Serentak Minum Tablet Tambah Darah

25% Remaja Klaten Menderita Anemia

Gerakan Serentak Minum Tablet Tambah Darah di Kecamatan Juwiring, Klaten. (dok.timlo.net/indratno eprilianto)

Klaten —  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten berencana memberikan tablet penambah darah bagi penderita anemia (kurang darah) di wilayah ini. Ada sebanyak 120.000 tablet yang dipersiapkan untuk dibagikan kepada remaja putri dalam Program Nasional Gerakan Serentak Minum Tablet Tambah Darah (MTTD).

“Pemberian tablet tambah darah, Ferrous Sulphate, itu untuk menekan jumlah panderita anemia bagi remaja putri,” ujar Kasi Gizi Dinkes Klaten, Sri Hastuti Suprihandini saat ditemui disela kegiatan Gerakan Serentak MTTD di Aula Kecamatan Juwiring, Klaten, Senin (22/10).

Hastuti menjelaskan, sepanjang tahun ini, dari jumlah 340 sampel remaja putri, 24,41 persen atau hampir 25 persennya menderita anemia. Mereka berasal dari berbagai kalangan mulai pelajar SMP, SMA hingga pekerja.

“Untuk mengurangi jumlah penderita anemia itu, salah satunya dengan Gerakan MTTD. Kegiatan itu merupakan program nasional yang nantinya akan dilakukan serentak di Kabupaten Klaten,” jelas Hastuti.

Ia mengatakan, sebelum program Gerakan MTTD itu dijalankan secara serentak di Klaten, Dinkes melakukan uji coba bagi wilayah yang dirasa sudah siap.

“Untuk uji coba kali ini ,Gerakan MTTD kami lakukan di wilayah tugas Puskesmas Juwiring dan di salah satu pabrik di wilayah Karanganom,” ujar Hastuti.

Di Juwiring, kata Hastuti, Grakan MTTD serentak secara simbolis diikuti 90 siswi dari SMP dan SMK. Sedangkan di salah satu pabrik itu diikuti seluruh karyawati. Uji coba Gerakan MTTD ini merupakan yang pertama kalinya di Klaten.

“Setelah tiga bulan nanti, dari uji coba itu kami akan mengevaluasi dengan mengecek darah ke laboratorium. Dari hasil yang didapat selanjutnya Gerakan MTTD secara serentak akan dilanjutkan ke daerah lain di Klaten,” jelas Hastuti.

Dinkes Klaten sendiri telah menyiapkan sebanyak 120.000 Ferrous Sulphate yang merupakan tablet tambah darah. Tablet itu nantinya akan diberikan secara cuma-cuma kepada remaja putri dalam Gerakan Serentak MTTD.

Pada kesempatan itu, Kepala Puskesmas Juwiring, Iin Delfi Indraswati, menambahkan dalam uji coba itu Dinkes memberikan tablet tambah darah secara simbolis bagi 90 siswi SMP dan SMK di Kecamatan Juwiring. Untuk selanjutnya tablet akan disalurkan ke 1.465 siswi di sekolah-sekolah selama setahun.

“Penyaluran pertama tablet diberikan saat menstruasi dan diminum satu hari satu tablet selama tujuh hari. Penyaluran kedua pada waktu setelah menstruasi diminum satu minggu satu kali setiap hari Senin,” ujar Iin Delfi.

Iin Delfi menjelaskan, anemia merupakan suatu keadaan dimana kadar haemoglobin (HB) dalam darah kurang normal. Pada remaja putri batasannya adalah 12 gram persen.

“Di Kecamatan Juwiring dari 10 sampel yang didapat, 40 persennya menderita animea. Mereka diantaranya siswi SMP dan SMK,” ujarnya.

Iin Delfi menambahkan, tablet tambah darah itu merupakan upaya penting dalam pencegahan dan penanggulangan anemia atau kekurangan zat besi. “Animea sebenarnya tidak perlu terjadi apabila makannya cukup mengandung zat besi dan asam folat,” kata Iin Delfi.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge