0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Musim Hujan, Pembangunan Dam Kali Apu Dikebut

Memasuki musim penghujan, pembangunan Dam Kali Apu di lereng Gunung Merapi, Selo, Boyolali dikebut. (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Memasuki musim penghujan, pembangunan Dam Kali Apu di Kecamatan Selo, Boyolali dikebut. Pasalnya, Dam Kali Apu harus sudah selesai pada akhir tahun ini. Sementara bila tidak dipaksakan, dikhawatirkan tidak akan selesai tepat waktu karena terkendala hujan.

“Kalau hujan kita tetap mengerjakan,takutnya nanti saat hujan sudah rutin, ada banjir, dam tidak selesai dibangun,” ujar Priyo, salah satu pekerja ditemui di lokasi.

Pembangunan Dam Kali Apu sendiri saat ini sudah mencapai 40% dari total pembangunan yang ada. Dam sepanjang 100 meter dengan lebar 5 meter ini menghubungkan dua desa di Kecamatan Selo, Desa Tlogolele dan Klakah. Sebagai penghubung yang sangat vital, masyarakat berharap dam segera selesai tahun ini.

“Kita berharap segera selesai tahun ini,biar masyarakat bisa melakukan aktivitas ke kota dengan jarak lebih dekat, selama ini kita lewat Magelang,” ungkap Slamet, warga Tlogolele, Senin (22/10).

Sejak Dam Kali Apu hancur diterjang banjir lahar dingin pacsa letusan Merapi 2010 lalu, warga di Desa Tlogolele terisolir. Untuk menuju ke kota kecamatan (Selo), warga harus melalui wilayah Magelang yang jaraknya lumayan jauh.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge