0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Suhu Kawah Merapi Memanas, Berpotensi Longsor

Kawah puncak Gunung Merapi dilaporkan semakin melebar dan berpotensi longsor (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Tingginya suhu kawah Gunung Merapi berpengaruh pada melebarnya kawah. Kondisi ini juga menyebabkan makin tingginya tingkat longsor di puncak Merapi. Rekahan kawah per 12 Oktober dari hasil pantauan Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta tercatat 30 meter, namun kini sudah meleber 10 meter atau menjadi 40 meter.

Menurut Anggota Jalin Merapi, Mujiyanto, makin melebarnya kawah Merapi sangat berpotensi terjadi longsor di puncak. Rekahan yang terjadi disebabkan banyak faktor, salah satunya adalah tingginya suhu di puncak yang berakibat dinding kawah rentan keropos. Selain itu, gempa tektonik dan multiphase juga sangat berpengaruh terhadap kondisi kawah.

“Gempa memang mengalami peningkatan,tapi status merapi masih normal, hanya saja memang harus tetap waspada,” ungkap Mujiyanto, Senin (22/10).

Diungkapkan juga, dari hasil pendakian yang dilakukan pihaknya, suhu di sekitar kawah juga mengalami peningkatan. Suhu permukaan kawah pada lokasi dinding lava 1998 dan lava 1957 tercatat suhu mencapai 152,7 derajat Celcius. “Suhunya sangat tinggi sekali, ini rentan bagi kawah,” tandasnya.

Pihaknya sudah melakukan pendakian untuk melihat langsung kondisi puncak. Selain itu, juga akan melihat kondisi kawah setelah adanya guguran didinding lava itu. ”Longsor yang keluar kawah, itu akan menjadi lahar dingin. Tetapi kalau longsornya ke dalam kawah dan menutup titik api atau lubang gas maka akan mengakumulasi energi dari dalam perut bumi,” tandasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge