0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Perawatan Kemandulan Bisa Tingkatkan Resiko Cacat Lahir

Timlo.net — Menurut hasil sebuah penelitian baru, bayi yang dikandung dengan bantuan perawatan kesuburan berteknologi tinggi seperti in vitro fertilization (IVF) memiliki resiko cacat lahir yang lebih banyak. IVF adalah sebuah teknik di mana sel telur dibuahi oleh sperma di luar tubuh wanita.

Dibandingkan dengan bayi yang lahir dari ibu yang mengandung tanpa bantuan perawatan kesuburan, mereka yang lahir dengan bantuan perawatan seperti IVF memiliki resiko cacat lahir hingga lebih dari 25 persen.

Para peneliti berkata bahwa resiko yang sebenarnya atau resiko absolut tetap rendah secara keseluruhan.

Penelitian itu, yang dipresentasikan Sabtu (20/10) di New Orleans dalam sebuah konferensi nasional yang diadakan oleh American Academy of Pediatrics, bukanlah penelitian pertama yang menunjukkan sebuah peningkatan kecil dari cacat lahir diantara bayi yang dikandung lewat perawatan kesuburan.

“Kami benar-benar tidak paham kenapa IVF meningkatkan resiko terhadap cacat lahir,” kata peneliti Lorraine Kelley-Quon, MD, dari UCLA (University of California, Los Angeles) Medical Center. “Tapi kami sekarang telah melihat banyak penelitian dari seluruh dunia yang menunjukkan hubungan ini,” terangnya.

Cacat Lahir Lebih Umum Pada Bayi IVF

Dalam sebuah penelitian baru, Kelley-Quon dan rekan-rekannya dari Mattel Children’s Hospital di UCLA menggunakan sebuah database kelahiran nasional untuk membandingkan cacat lahir di antara para bayi yang dikandung karena teknik reproduksi berteknologi tinggi seperti IVF dan mereka yang lahir dari ibu yang mengandung secara alami.

Kedua grup wanita itu kemudian dibandingkan dari segi karakteristik meliputi usia, ras dan kelahiran sebelumnya.

Tingkat cacat lahir di antara bayi yang lahir lewat IVF atau perawatan kesuburan berteknologi tinggi lainnya mencapai 9 persen dibandingkan dengan bayi yang dikandung secara alami yang hanya mencapai 6 persen.

Cacat bentuk mata, bentuk jantung dan cacat organ reproduksi dan sistem kemih adalah bentuk cacat yang lebih umum ditemui di antara para bayi yang dikandung lewat perawatan berteknologi tinggi.

Perawatan kesuburan seperti inseminasi buatan, inseminasi intrauterine dan penggunaan obat-obatan peningkat kesuburan tidak dihubungkan dengan peningkatan resiko cacat lahir.

Kemandulan, Bukan Perawatan yang Menjadi Penyebab

In vitro fertilization umumnya meliputi usaha-usaha untuk membuahi sel telur di dalam sebuah labotarium dan sebuah transfer embrio ke rahim.

Ahli reproduksi endokrinologi Nancy Klein, MD dari Seattle Reproductive Medicine berkata bahwa lebih banyak penelitian diperlukan untuk mengkonfirmasi penemuan ini.

Dia menambahkan bahwa kelihatannya bahwa sekalipun bayi yang dikandung dari teknologi perawatan kesuburan terlihat memiliki peningkatan resiko cacat lahir, tidak jelas apakah prosedur  perawatan yang patut disalahkan.

Mungkin faktor kemandulan itu sendiri yang menjadi sebuah faktor resiko dari cacat lahir, katanya dilansir dari WebMD.com.

Avner Hershlag, MD yang adalah kepala dari Center for Human Reproduction di North Shore LIJ Health Center di New York berkata jika IVF dan jenis perawatan kesuburan lain memang meningkatkan resiko terkena cacat lahir, resiko tersebut kecil.

“Penting untuk melakukan penelitian untuk menjawab pertanyaan ini,” katanya. Diperkirakan sekitar 5 juta orang lahir menggunakan teknik-teknik ini dan kebanyakan tidak mengalami cacat lahir, tambahnya.

 



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge