0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Maraknya Kasus Asusila

Kapolres: Masyarakat Wonogiri Belum Siap Menerima Teknologi

Kapolres Wonogiri AKBP Ni Kethut Swastika (dok.timlo.net/aris arianto)

Wonogiri  —  Dalam satu bulan ini setidaknya 3 kasus asusila menghebohkan publik Wonogiri. Belum siapnya publik atas perkembangan teknologi disebut sebagai penyebab utamanya.

Kapolres Wonogiri AKBP Ni Kethut Swastika saat dimintai pendapat terkait maraknya akasi pencabulan akhir-akhir ini mengaku prihatin. Dirinya mengatakan perkembangan teknologi berperan aktif terhadap tindak asusila.

“Disadari maupun tidak, dengan teknologi yang semakin maju berimbas pada kian mudahnya mengakses hal-hal yang berbau porno. Nah, saya rasa masyarakat Wonogiri belum siap menerima teknologi itu,” ujar Kapolres, di Ruang Reskrim Mapolres Wonogiri, Senin (22/10).

Dijelaskan, jika masyarakat sudah siap maka sikap dewasalah yang kemudian muncul. Masyarakat bisa secara otomatis akan memfilter materi-materi porno. Seandainya terpaksa tidak bisa memfilter pun tidak lantas akan berbuat yang menjurus ke asusila.

“Berarti kan publik kita (Wonogiri –Red) memang belum bisa menyikapi itu. Dengan kata lain belum siap menerima teknologi,” tandasnya.

Di sisi lain tindakan antisipatif pencabulan sebenarnya telah dilakukan Polres Wonogiri, di antaranya dengan mengirimkan para perwiranya untuk menjadi inspektur upacara (Irup) di sekolah. Selain itu juga menggiatkan sosialisasi dengan melibatkan Muspika setiap kecamatan.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge