0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Mahasiswi Menari Tarian Topeng Ireng

Mahasiswi Indonusa pentas Tari Toeng Ireng di Plasa Sriwedari, Minggu (21/10). (Dok.Timlo.net/ Achmad Khalik)

Solo — Kelompok mahasiswa Politeknik (Poltek) Indonusa Surakarta membawakan tarian Topeng Ireng yang berasal dari Selo, Boyolali di Plasa Sriwedari, Minggu (21/10). Tarian tersebut dihadirkan dalam rangka memperingati Hari Jadi Poltek Indonusa ke-10. Tari Topeng Ireng yang merupakan pengembangan dari kesenian Rodat dan Tari Kubro tersebut berbeda dengan Tari Topeng Ireng yang biasa ditampilkan.

Tari Topeng Ireng biasanya dibawakan oleh sekelompok laki-laki dengan jenis tarian yang mengandalkan keperkasaan. Namun, pemandangan lain berbeda saat tarian tersebut dibawakan dengan penari perempuan. Beberapa bagian atraksi dan gerakan yang menonjolkan keperkasaan pria sedikit diminimalisirkan dengan gerakan-gerakan lain yang lebih gemuai, tanpa menghapuskan kesan keperkasaan yang ditunjukkan oleh seorang perempuan.

Ketua Kesenian Tari Topeng Ireng, Atno Argo Siwi mengatakan bahwa pada dasarnya kesenian ini biasanya memang dibawakan oleh para pria, namun hal itu tidaklah menjadi sebuah patokan. Diangkatnya para wanita tersebut juga menggambarkan kegagahan seorang wanita menuju medan perang. Dimana waktu dulu saat para pria gemar berperang, populasi mereka mulai menurun dan digantikan dengan para perempuan.

“Inti dari tarian Topeng Ireng menggambarkan kegagahan dan seorang wanita juga bisa gagah dalam maju berperang,” ungkapnya saat ditemui usai pementasan.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge