0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pameran “Titik Api”, Doa untuk Perupa Solo

Pengunjung menyaksikan lukisan yang dipajang dalam pameran lukisan bertajuk "Titik Api" di Balai Soedjatmoko, Minggu (21/10). (Dok.Timlo.net/ Achmad Khalik)

Solo — Sejumlah karya seni rupa dua dimensi dan tiga dimensi dihadirkan dalam pameran bertajuk ‘Titik Api’ yang diadakan di Balai Soedjatmoko, Minggu (21/10). Karya perupa-perupa eks-mahasiswa Seni Rupa Fakultas Sastra dan Seni Rupa (FSSR) UNS angkatan tahun 1980-an tersebut terlihat indah dan sarat makna akan kerinduan kebersamaan mereka.

Adalah Thamrin Sinuraya, Meru Sumeru, Djoko Sudarwo, Ferry Suraatmadja dan Tri Sapto Anggoro yang sekarang telah menjadi perupa-perupa handal sejak mereka duduk di bangku kuliah 22 tahun yang silam. Disamping itu juga, tak ketinggalan Agus Nur Setyawan yang sekarang menjadi pengajar di Jurusan Seni Rupa UNS.

Diangkatnya tema ‘Titik Api’ dari pameran lukisan tersebut merupakan pengejawantahan dari titik mereka berangkat saat meninggalkan Kota Solo untuk menuju ke Jakarta. Hal itu disampaikan oleh Agus Nur Setyawan salah seorang peserta pameran tersebut.

Dijelaskan Agus, Melalui karya-karya yang dipamerkan tersebut mereka ingin menyiratkan spirit bahwa memandang karya seni janganlah sebatas dari wilayah artistiknya semata, namun secara menyeluruh baik dari segi pesan yang tertuang maupun dari proses pengerjaan karya tersebut. “Karya seni janganlah dipandang dari segi artistiknya semata, sebab dibalik itu tersempan keindahan-keindahan lain yang terkandung,” ungkapnya.

Ditambahkannya, ‘Titik Api’ dalam pameran tersebut merupakan sebuah doa untuk para perupa Kota Solo dan UNS Solo. Diharapkan melalui pameran tersebut perupa-perupa Solo khususnya dari alumni UNS bisa bergairah dalam menciptakan karya-karya seni rupa yang bisa mengharumkan Kota Bengawan ini.

Pameran tersebut akan berlangsung selama tiga hari terhitung sejak tanggal 20 – 23 Oktober nanti.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge