0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jelang Idul Adha, Harga Bawang Putih Naik

Pedagang bawang dan bumbu pawon (Dok.Timlo.net/ Epri)

Klaten – Mendekati Hari Raya Idul Adha 1433 Hijriyah, harga sejumlah bumbu dapur di sejumlah pasar tradisional di Klaten cenderung masih stabil. Kenaikan harga baru terasa pada komoditi jenis bawang putih.

Harga bawang putih jenis kating saat ini mencapai Rp17.000 per kilogram atau naik Rp4.000 per kilogram dari sebelumnya yang hanya Rp13.000 per kilogram. Kenaikan juga terasa pada bawang putih biasa yang mencapai Rp12.000 per kilogram dari Rp9.500 per kilogram.

“Kenaikan harga bawang putih ini baru terasa sejak sepekan terakhir,” ujar Winarti (61), pedagang bumbu dapur saat ditemui di lapaknya di Pasar Darurat Delanggu, Sabtu (20/10).

Ia mengatakan, sedangkan harga sejumlah bumbu dapur lainnya seperti bawang merah dan cabe cenderung masih stabil. Untuk harga bawang merah saat ini Rp7000 per kilogram. Sedangkan harga cabe hijau Rp8.000 per kiligram. Harga normal juga terjadi pada cabe rawit dan kriting yakni Rp12.000 per kilogram.

“Penurunan harga terjadi pada minyak. Untuk minyak curah sawit saat ini Rp9.000 per kilogram atau turun dari Rp10.500 per kilogram,” papar Winarti.

Selain di Pasar Delanggu, kenaikan untuk harga bawang putih jenis kating juga terjadi di Pasar Klaten Kota. Di tempat itu harga bawang putih kating berkisar antara Rp16.500 hingga Rp17.000 per kilogram. Sedangan harga bawang putih biasa Rp12.000 per kilogram.

“Selain bawang putih, kenaikan juga terasa pada gula pasir dari Rp 9000 per kilogram saat ini menjadi Rp10.400 per kilogram. Kenaikan sudah sepekan lalu,” ujar Joko (37), pedagang bumbu dapur di Pasar Klaten Kota.

Pedagang memprediksi, kenaikan sejumlah bumbu dapur ini lantaran banyaknya konsumen memborong untuk kebutuhan perayaan kurban. Momen itu dimanfaatkan oleh pengepul untuk menaikkan harga.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge