0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pentas Teater Kritik Penghapusan Hukuman Mati

Teater Peron pentas di CFD, Minggu (21/10). (Dok.Timlo.net/ Achmad Khalik)

Solo — Teater Peron Solo menggelar aksi teaterikal di Car Free Day (CFD), Jl Slamet Riyadi, Solo, Minggu (21/10). Mengusung lakon “Gra$i Narkoba”, kelompok teater mahasiswa FKIP UNS ini menyikapi permasalahan penghapusan hukuman mati terhadap terpidana kasus Narkoba yang baru-baru ini akan dilakukan oleh pemerintah.

Dengan menampilkan tiga orang pemeran, di antaranya Triatmojo sebagai bandar atau gembong Narkoba, Alif sebagai pengedar dan Bayu sebagai pemakai. Dalam pementasannya, mereka menggambarkan seorang bandar Narkoba yang kebal terhadap hukum yang memiliki uang berlimpah sehingga bisa membeli hukum dan bebas dari hukuman mati, namun disisi lain juga digambarkan seorang pemakai Narkoba dengan muka lusuh yang terus dicekoki dengan Narkoba hingga tubuhnya kurus tidak terawat.

Aksi tersebut disertai tulisan yang bertulis “G.R.A.$.I Narkoba”dengan huruf S yang diganti dengan mata uang Dollar. Koordinasi aksi teatrikal Gra$i Narkoba, Trianmojo mengatakan, aksi ini sengaja digelar atas keprihatinan akan dihapuskannya hukuman mati oleh pemerintah. Padahal di sisi lain kerusakan moral serta hancurnya suatu bangsa diakibatkan oleh barang haram tersebut.

“Penghapusan hukuman mati terhadap bandar Narkoba ini sangatlah disayangkan, hal itu merupakan hukuman yang setimpal buat mereka karena menghancurkan masa depan bangsa dan negara ini,” ungkap mahasiswa Jurusan Bahasa Indonesia tersebut. Dirinya berharap agar para gembong narkoba beserta pengedarnya diberantas habis dan diberikan hukuman yang setimpal dengan hukuman mati agar masa depan bangsa dan negara bisa diselamatkan.

“Hukuman mati merupakan hukuman yang setimpal buat mereka, namun kenapa ini akan dihapuskan,” pungkas mahasiswa yang duduk di semester 3 tersebut.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge