0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kaum Tuna Netra Konser Karawitan

Para penyandang tuna netra unjuk kebolehan memainkan musik karawitan di CFD, Minggu (21/10). (Dok.Timlo.net/ Achmad Khalik)

Solo — Kesenian Karawitan Tunanetra Yaketuntra, Jebres, Solo memberiakan warna lain di  Car Free Day (CFD), Jl Slamet Riyadi, Solo,  Minggu (21/10). Gending-gending karawitan yang dimainkan oleh para penyandang Tunanetra tersebut menyedot perhatian ratusan orang yang sedang menikmati suasana CFD.

Berlangsung di bawah jembatan penyeberangan depan Sriwedari, para penyandang tuna netra ini memainkan delapan buah gending. Di antaranya Tropong Bang, Kalongking, Suwe Ora Jamu, dan Jati Pitutur. Tukinem, salah seorang penyinden yang berusia 65 tahun mengatakan, dirinya telah menekuni dunia sinden selama 30 tahun. Saat ini dirinya yang juga seorang tunanetra tersebut melatih generasi-generasi muda yang senasib dengannya untuk mempelajari kesenian karawitan di kelompoknya.

“Biasanya saya juga ikut melatih mereka,” ungkap Tukinem ditemui seusai konser. Sementara itu, Pembina Kelompok Kesenian Karawitan Tunanetra Yaketuntra, Danis Sugiyanto mengatakan, digelarnya kesenian karawitan tunanetra di area CFD ini merupakan usaha untuk mengenalkan mereka ke masyarakat Kota Solo. Disamping itu juga, dirinya juga ingin menepis anggapan bahwa seorang tunanetra sudah kehilangan dunianya.

“Melalui acara ini kami ingin menunjukkan bahwa seorang tunanetra juga bisa melakukan hal layaknya seorang yang normal,” ungkapnya. Disamping membekali kesenian musik karawitan, lanjut Danis, Yayasan Yaketuntra yang terletak di Jagalan, Jebres tersebut juga membekali ketrampilan pijat, membuat kerajinan tangan dan kesenian musik keroncong. Sehingga diharapkan mereka bisa memiliki ketrampilan khusus saat kembali ke masyarakat.

“Kami membekali mereka dengan kesenian dan ketrampilan agar mereka juga memiliki kelebihan di dalam kekurangannnya tersebut,” jelas dosen ISI Solo ini.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge