0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Mahasiswa Kota Reog Nari Gambyong

Gambyong pareanom di Kampoeng Ponorogo, Sabtu (20/10) malam. (Dok.Timlo.net/ Achmad Khalik)

Solo — Dua mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) yang tergabung dalam Keluarga Mahasiswa Kota Reog Surakarta (Gamaresa) menarikan Tarian Gambyong Pareanon dalam acara Kampoeng Ponorogo 2012 di Komplek Pasar Triwindu Ngarsopuro, Sabtu (20/10).

Tarian yang menggambarkan tentang keanggunan wanita Jawa tersebut ditarikan dengan indah serta gemulai. Dengan menggunakan aksesori selendang yang diikatkan di pinggang si penari menambah kesan anggun serta feminim dan mengentalkan kesan keayuan dari seorang wanita.

Siti Nurhayati, salah seorang penari Gambyong tersebut mengatakan tari Gambyong Pareanom biasanya sering ditarikan untuk membuka atau menyambut para tamu kehormatan. Disamping itu juga tari Gambyong juga merupakan salah satu identitas tarian yang dimiliki oleh Kota Solo. “Tarian gambyong ini biasanya dipentaskan untuk penyambutan tamu dan acara pembuka seperti malam ini di acara Kampoeng Ponorogo 2012,” ujar mahasiswi semester 7 tersebut.

Gambyong Parianom, lanjut Siti, dahulunya berawal dari seorang penari jalanan yang sering diundang untuk menari di keraton menghibur para pembesar kerajaan waktu dulu. Karena terhiburnya para pembesar kerajaan tersebut maka penari tersebut sering diundang untuk tampil dalam acara yang diadakan oleh mereka. Sejak saat itulah, tari Gambyong selalu dihadirkan untuk acara-acara tertentu disamping untuk menyambut tamu kehormatan. “Tarian ini dulunya untuk tamu-tamu kehormatan keraton,” ungkapnya.

Sampai saat ini tarian itupun masih lestari dan diajarkan turun-temurun dari generasi ke generasi.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge