0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Hindari Rugi, Petani Karamba Panen Dini

Petani karamba di Waduk Cengklik terpaksa melakukan panen dini ikan, (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Menyusul matinya ribuan ikan nila di karamba Waduk Cengklik, Ngemplak Boyolali, sejumlah petani memilih melakukan panen dini. Langkah ini terpaksa dilakukan guna menghindari kerugian akibat kematian ikan. Sekaligus sebagai upaya menyelamatkan karamba mereka dari kebangkrutan.

Sejumlah petani mulai melakukan panen dini terhadap karamba mereka, meski panen seharusnya baru bisa dilakukan dua minggu lagi. Mereka mengaku khawatir, ikan-ikan jenis nila yang masih hidup akan mati akibat pengaruh cuaca. Apalagi saat ini harga ikan nila sedang baik-baiknya, perkilogram mencapai Rp 16 ribu sedangkan sebelumnya hanya mencapai Rp 14 ribu.

“Harganya sebetulnya sedang baik-baiknya, tapi gimana lagi, daripada semua mati, lebih baik kita panen dulu,” ungkap Joni ditemui di Waduk Cengklik, kemarin.

Selain harganya naik, permintaan ikan nila juga mengalami kenaikan. Kenaikan permintaan ikan nila di karamba Waduk Cengklik diduga karena banyak peternak yang kesulitan mendapatkan bibit akibat buruknya cuaca. Ikan nila di Waduk Cengklik sendiri dijual di Solo, Semarang hingga Yogjakarta untuk konsumsi di rumah makan.

Kematian ikan di Waduk Cengklik sendiri terjadi sejak dua pekan ini. Dalam sehari petani harus mengalami kerugian akibat kematian ikan yang mencapai 1 ton hingga 5 ton. Kondisi ini dipengaruhi oleh perubahan cuaca dan hujan, yang mengakibatkan sendimen naik dan ikan kekurangan oksigen. Kerugian akibat kematian ikan mencapai ratusan juta rupiah.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge