0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sosialisasi 4 Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

MPR Nanggap Wayang di Alun-alun Sragen

Wakil Ketua MPR RI, Hajriyanto Y Thohari (tengah, diapit Bupati Sragen, Agus Fatchur Rahman dan Ki Anom Suroto) bersama sejumlah anggota DPR/MPR RI dan Forum Pimpinan Daerah foto bersama sebelum pertunjukan wayang kulit, di Alun-alun Kota Sragen, Jum'at (19/10) malam. (dok.timlo.net/agung)

Sragen —  Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) mengadakan pagelaran wayang kulit semalam suntuk di Alun-alun Kota Sragen, Jumat (19/10) malam. Pagelaran ini merupakan salah satu wahana yang dilakukan MPR dalam rangka menyosialisasikan 4 Pilar Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara di Kabupaten Sragen, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

Hadir dalam sosialisasi tersebut Wakil Ketua MPR, Hajriyanto Y Thohari dan beberapa anggota MPR/DPR RI, seperti Agus Bastian (Partai Demokrat), Daryatmo Mardiyanto (PDIP), Martri  Agoeng (PKS), Dimyati Natakusumah (PPP), Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati (Partai Hanura) dan Anggota DPD Jawa Tengah, Mohammad Sofwat Hadi.

Acara yang merupakan kerjasama Sekretariat Jendral MPR dengan Pemkab Sragen tersebut menampilkan dalang kondang, Ki Anom Suroto, dengan lakon “Semar Boyong”

Bupati Sragen Agus  Fatchur Rahman dalam sambutannya mengatakan di era setelah reformasi. 4 pilar kehidupan berbangsa dan bernegara seolah-olah dilupakan. Banyak orang yang lebih mementingkan urusannya sendiri-sendiri daripada kepentingan bangsa dan negara. Bupati berharap melalui kegiatan wayang ini akan menjadi forum penyadaran untuk lebih mencintai bangsa dan Negara Indonesia.

Sementa itu, Wakil ketua MPR Hajriyanto Y Thohari, mengatakan, maksud diselenggarakannya kegiatan tersebut adalah sebagi upaya untuk kembali menegakkan dan menggelorakan nilai-nilai luhur berbangsa, bernegara dan bermasyarakat, yang akhir-akhir ini cenderung meluntur. Menurut Hajriyanto, dipilihnya pagelaran wayang kulit, sebagai media untuk sosialisasi, karena wayang kulit merupakan seni budaya yang adiluhung yang masih hidup dan berkembang ditengah-tengah masyarakat.

“Melalui pagelaran wayang kulit ini akan disampaikan pesan-pesan empat pilar kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat, yaitu Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Kegiatan ini sekaligus untuk nguri-nguri wayang kulit sebagai warisan budaya bangsa agar tetap tumbuh, lestari dan berkembang,“ kata wakil rakyat dari Partai Golkar tersebut.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge