0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ikan di Karamba Banyak yang Mati, Petani Bingung

Petani karamba di Waduk Cengklik bingung cari tempat pembuangan ikan mati, Jumat (19/10). (Dok.Timlo.net/ Nanin)

Boyolali — Banyaknya ikan di Karamba Waduk Cengklik, Ngemplak, Boyolali yang mati akibat perubahan cuaca membuat petani kesulitan membuang bangkai ikan. Bila bangkai ikan dibiarkan diperairan,dikhawatirkan akan meracuni waduk dan ikan-ikan lainya. Bangkai ikan tersebut terpaksa dikumpulkan di tengah pulau kecil di tengah waduk.

Untuk menuju ke pulau kecil tersebut hanya bisa dengan menggunakan perahu kayu atau getek. Membutuhkan waktu 30 menit pulang pergi menuju ke pulau. Pulau ini berada di antara karamba-karamba ikan nila milik petani. Tumpukan ikan nila yang jumlahnya mencapai 7 ton lebih ini dibiarkan di pulau tersebut. Bau busuk sangat menyengat begitu menginjakkan kaki di pulau tersebut.

Menurut salah satu petani karamba, Walidi, ikan yang mati sengaja dikumpulkan di pulau untuk dikeringkan. Setelah ikan tersebut kering rencananya akan dibakar. ”Kalau tidak dibakar, mau dibuang kemana, kalau di buang ke waduk takutnya nanti mencemari perairan, baunya juga sangat busuk nanti,” ujar Walidi ditemui di tengah pulau, Jumat (19/10)

Sebelum diletakkan di pulau , bangkai-bangkai ikan tersebut awalnya hanya dibiarkan di waduk sehingga menimbulkan bau busuk. Bau busuk tersebut mendapat protes dari para pemancing dan warga sekitar. Oleh petani bangkai tersebut akhirnya di kubur namun karena jumlahnya banyak, petani kewalahan dan akhirnya mengumpulkan di pulau yang jauh dari warga.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge