0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ikan Karamba Mati, Petani Rugi Ratusan Juta

Petani di Waduk Cengklik rugi ratyusan juta karena ikan di karambanya banyak yang mati, Jumat (19/10). (Dok.Timlo.net/ Nanin)

Boyolali — Kematian ikan di karamba Waduk Cengklik, Ngemplak, Boyolali mengakibatkan petani mengalami kerugian ratusan juta rupiah. Dalam sehari ikan yang mati mencapai 1 ton hingga 5 ton. Petani sendiri saat ini mengkhawatirkan cuaca buruk yang mengakibatkan kematian ikan susulan kembali terjadi, mengingat kondisi cuaca yang cepat sekali berubah.

Selain itu, petani karamba juga mengkhawatirkan kelanjutan usaha mereka menyusul matinya ikan. Pasalnya, modal yang digunakan untuk karamba berasal dari pinjaman di bank. Dari hasil panen ikan tersebut, petani membayar cicilan di bank.

“Gak tahu nanti gimana, ikanya pada mati, ditempat saya sudah ada 3 ton yang mati padahal siap panen,” ungkap Joni, salah satu petani karamba ditemui di tepian Waduk Cengklik, Jumat (19/10).

Sementara menurut Sukiman, salah satu petani karamba asal Desa Sobokerto, kematian ikan di karamba sebetulnya sudah diantisipasi dengan menyedot air menggunakan mesin diesel. Sayangnya usaha ini tidak berhasil. Ikan yang mati bukanya berkurang namun justru bertambah banyak dan merata disemua karamba yang ada. Diakui faktor cuaca yang drastis, dengan suhu panas menyengat dan tidak adanya angin serta hujan turun tiba-tiba menjadi penyebab kematian ikan.

“Faktornya memang cuaca, setiap tahun diawal musim penghujan pasti terjadi kematian, sudah kita antisipasi, tapi cuacanya terlalu extrim, ditambah dengan waduk yang dangkal sehingga endapan langsung naik, ini mengurangi pasokan oksigen ke ikan,” tandas Sukiman.

Petani sendiri berharap hujan deras segera datang sehingga kondisi di waduk kembali normal. Kerugian akibat ikan yang mati bisa diminimalisir, terlebih ikan yang mati semuanya siap panen. Saat ini harga ikan nila dipasaran mencapai Rp 16 ribu.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge