0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Karanganyar Deklarasi Anti Kekerasan dan Anti Teroris

Penandatanganan Deklarasi Anti Kekerasan dan Anti Teroris di Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (18/10) sore. (Dok.Timlo.net/ Endarini)

Karanganyar – Sebanyak 49 elemen masyarakat menandatangani Deklarasi Anti Kekerasan dan Anti Teroris, di Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (18/10) sore. Penandatanganan deklarasi yang menyuarakan kerukunan tersebut juga diikuti oleh Muspida, Ketua Ormas Islam, Ketua Pondok Pesantren dan Tokoh tokoh Agama.

Penggagas deklarasi, Kapolres Karanganyar AKBP Nazrwan Adji Wibowo mengaku terharu sekaligus bangga dengan seluruh masyarakat Karanganyar untuk bersatu melawan kekerasan dan terorisme.

Lebih lanjut Kapolres mengatakan, masyarakat Karanganyar cepat tanggap dan mulai bergerak mengambil langkah-langkah yang bisa memutus tali rantai teroris di Karanganyar, salah satunya melalui deklarasi bersama.

“Deklarasi itu bukan seremoni atau formalitas belaka melainkan dikonsep dan dirumuskan oleh berbagai perwakilan ormas dan tokoh tokoh agama. Sempat terjadi salah menafsirkan antara jihad dan teroris, tapi alhamdulillah bisa dicari kesamaanya dan bisa menandatangani deklarasi ini,“ jelas Kapolres.

Sementara dalam pidatonya Bupati Karananganyar, Rina Iriani mengharapkan Karanganyar lebih tentram lagi pasca penandatangan deklarasi ini.

“Inilah Indonesia yang sesungguhnya yang  berbudaya sangat kental dengan gotong royongnya untuk mencari mufakat. Inilah mufakatnya hingga terbentuk deklarasi yang mana setiap elemen mempunyai tanggung jawab sendiri-sendiri bagaimana menciptakan Karanganyar tentram,Insya Allah lewat lereng Lawu ini karunia Allah bisa menciptakan Indonesia yang damai. Implementasinya memicu pada tujuan kita bersama yaitu menciptaan Karanganyar yang rukun dan membawa aroma yang indah untuk kebersamaan,” jelas Rina.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge