0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Waspada! Kubah Gunung Merapi Ambrol

Kubah Gunung Merapi dilaporkan ambrol, karena itu warga di lereng gunung tersebut diminta meningkatkan kewaspadaan. (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Kubah Gunung Merapi ambrol dan saat ini diketahui hilang dari Puncak. Kondisi tersebut diketahui petugas, Kamis (18/10), namun penyebabnya hingga kini belum diketahui. Pasalnya, longsor di Puncak Merapi biasanya diakibatkan hujan, namun puncak hingga saat ini belum turun hujan.

Menurut petugas Pengamatan Gunung Merapi, Jrakah, Selo, Boyolali,  Tri Mujianto, ambrolnya kubah di Merapi belum diketahui pasti apa penyebabnya. Hanya dipastikan kubah yang ambrol kemungkinan adalah tumpukan lava.

Sementara guguran kubah, lanjut Tri Mujianto, diketahui saat ini sebagian sudah hilang, kemungkinan masuk kembali ke kawah dan sebagian lagi masuk ke sepanjang Kali Apu.

“Belum diketahui penyebabnya, berapa volume yang gugur kita juga belum tahu,” ungkap Tri Mujiyanto.

Sementara untuk status Merapi sendiri saat ini masih Aktif Normal Level 1. Untuk data aktivitas kegempaan tanggal 8 – 14 Oktober 2012, tercatat guguran 95 kali, dengan gempa multiphase sebanyak 70 kali, gempa tektonik dua kali, serta gempa vulkanik dangkal dua kali dan low frekwensi sebanyak tiga kali.

Mujianto dari Jaringan Informasi Lingkar (Jalin) Merapi menambahkan, kondisi kubah di puncak Merapi cukup labil sehingga sewaktu-waktu dapat terjadi guguran material kubah. Pihaknya menghimbau masyarakat terutama di lereng Merapi harus selalu waspada bencana, mengingat memasuki musim hujan ini guguran dikhawatirkan meningkat.

“Kami menghimbau supaya masyarakat lereng Merapi khususnya yang tinggal di sekitar aliran sungai yang berhulu di puncak untuk selalu waspada,” himbaunya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge