0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Perang Harga Hancurkan Komunitas Usaha

David R Wijaya (dok.timlo.net)

Solo — Maraknya perang harga di sektor industri dikhawatirkan tidak hanya berdampak negatif bagi kelangsungan bisnis pengusaha terkait, namun juga bakal berpengaruh pada kinerja komunitas pelaku usaha sejenis.

Kendati demikian, diakui Ketua Asosiasi Permebelan dan Industri Kerajinan Indonesia (Asmindo) Solo, David R Wijaya, praktik aksi banting harga sejauh ini cukup sulit dibuktikan. Pasalnya, secara umum transaksi kerap dilakukan sesuai standar harga yang berlaku di pasar, namun kenyataannya pembayarannya di bawah harga normal.

“Membuktikannya memang nggak mudah, kadang-kadang mereka menjual tetap dengan harga seratus sesuai yang disepakati. Namun mereka transfernya, pembayarannya cuma 80 persen,” ujar David R Wijaya, saat ditemui wartawan, seusai acara Dialog Persaingan Usaha, di Novotel Hotel Solo, Kamis (18/10).

Terjadinya aksi banting harga sendiri memang tidak lepas dari lemahnya posisi tawar pelaku usaha kepada konsumen. Jika hal ini dibiarkan berlarut-larut, secara otomatis bakal membuat persaingan usaha menjadi tidak sehat dan berdampak buruk bagi komunitas pelaku usaha.

“Kita harus banyak memberi masukan kepada teman-teman, kalau kita memberi harga di bawah kewajaran pasti secara jangka panjang nggak akan menguntungkan. Tidak hanya bagi pelaku, tapi juga komunitas pelaku usaha sejenis,” pungkas David.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge