0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Hujan Turun, Ribuan Ikan Waduk Cengklik Mati

Ikan di Waduk Cengkilik banyak yang mati (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Ribuan ikan di karamba Waduk Cengklik, Ngemplak, Boyolali mati akibat kekurangan oksigen. Kondisi ini disebabkan naiknya endapan seperti sendimen dan sisa makan ikan ke atas sehingga mengakibatkan kekurangan oksigen. Sebelum mati, ikan terlihat mabuk dan sesaat kemudian mati. Belum ada obat atau pencegahan untuk meminimalkan kematian ikan.

Kematian ikan di Karamba Waduk Cengklik mulai dirasakan petani sejak hujan turun. Hujan yang turun mengakibatkan sedimentasi dan sisa pakan ikan naik. Kondisi ini diperparah dengan volume air di waduk yang menyusut dan dangkal akibat musim kemarau kemarin.

Salah satu petani karamba, Walidi, mengaku pihaknya setiap hari harus mengontrol ke karamba untuk mengetahui ada tidaknya ikan yang mati. Bila ada yang mati, pihaknya harus segera mengeluarkan ikan-ikan tersebut, karena bila dibiarkan akan membusuk dan meracuni ikan lainnya. Diakui Walidi, kematian ikan memang sering terjadi di awal musim penghujan.

“Tiap hari harus kontrol ke karamba, bila nanti ada ikan yang mati, langsung kita bersihkan, jangan sampai menular ke ikan yang lain,” ungkap Walidi yang beternak ikan nila, Kamis (18/10).

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Pemkab Boyolali, Darsono mengaku, pihaknya saat ini sedang melakukan pengecekan ke karamba untuk mengetahui jumlah ikan yang mati. Diakui Darsono, belum ada obat untuk mengurangi angka kematian ikan, pasalnya kematian ikan saat ini karena alam. Kondisi akan kembali normal setelah hujan turun dengan stabil dan volume air di waduk bertambah.

“Ini karena alam, tidak ada obatnya, nanti kalau hujan sudah stabil, semuanya akan stabil juga, kita sarankan untuk mencegah kerugian semakin besar, agar panen dini dulu,” tandas Darsono.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge