0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jalan Ambrol, DPRD Klaten Panggil DPU

Jalan penghubung antara Desa Padas, Desa Soropaten Kecamatan Karanganom dan Desa Bonyokan Kecamtan Jatinom, Klaten yang baru dibangun sudah ambrol (dok.timlo.net/indratno eprilianto)

Klaten — Komisi III DPRD Klaten akan memanggil Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Klaten menyusul ambrolnya jalan penghubung antara Desa Padas, Desa Soropaten Kecamatan Karanganom dan Desa Bonyokan Kecamatan Jatinom. Komisi III menduga pengerjaan jalan itu telah menyalahi bestek.

Demikian diungkapkan Anggota Komisi III DPRD Klaten, Sunarto saat inspeksi mendadak (Sidak) di lokasi ambrolnya jalan penghubung lintas kecamatan tersebut, Kamis (18/10).

Ia mengatakan jalan penghubung lintas kecamatan itu kembali ambrol setelah diguyur hujan pada Minggu (14/10) malam. Padahal jalan itu baru dibangun tiga bulan yang lalu.

“Setelah melihat sisa robohan material, saya menduga pembangunan jalan dan talud itu sudah menyalahi bestek. Sebab material itu mudah hancur hanya dengan remasan tangan,” ujar Sunarto.

Sunarto mengatakan, beberapa kesalahan baik secara tehnis maupun kontruksi dalam pembangunan jalan dan talud itu yakni tidak mempertimbangkan kehati-hatian dan telah menyalahi bestek.

“Kami atas nama Komisi III akan memanggil DPU dan staf-stafnya besuk (Jumat 19/10), untuk menanyakan bangunan jalan tersebut. Selain di Karanganom, tidak menutup kemungkinan kesalahan bestek bisa terjadi di proyek-proyek lain,” tandas Sunarto.

Kepala Desa Padas, Resianta, mengatakan akibat ambrolnya jalan dan talud pada Minggu (14/10) malam lalu kini jalur itu hanya bisa dilalui roda dua. Sedangkan untuk roda empat harus memutar lebih jauh.

“Jalan itu kini sudah longsor hingga membuat talud ambrol sepanjang 20 meter dan runtuh di ketinggian 2 meter ke persawahan. Kondisi itu membuat jalur rawan kecelakaan mengingat minimnya penerangan saat malam hari,” ujar Resianta.

Dijelaskan, jalan tersebut merupakan akses bagi warga di tiga desa, yakni Desa Padas, Desa Soropaten Kecamatan Karanganom dan Desa Bonyokan Kecamatan Jatinom. Dalam kurun waktu 2011 hingga 2012, jalan tersebut sudah dua kali ambrol akibat guyuran hujan.

“Jalan itu ambrol pertama kali pada pertengahan November 2011 akibat hujan deras. Selang beberapa bulan jalan baru diperbaiki sekitar Juli 2012. Namun selang tiga bulan jalan kembali ambrol pada 14 Oktober 2012,” ungkapnya.

Sementara itu saat ditemui terpisah, Camat Karanganom, Kusdiyono mengaku belum mendapatkan laporan akan ambrolnya jalan di wilayahnya tersebut. Kendati demikian pihaknya meminta dinas terkait segera turun tangan melakukan perbaikan.

“Jika memang kondisinya sudah parah maka harus segera diperbaiki oleh dinas terkait. Jangan sampai ambrolnya jalan tersebut membuat tidak nyamannya para pengguna jalan,” ujarnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge