0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Penyatuan Dualisme Kompetisi Musim 2014

PSSI Larang Klub Pindah Kompetisi

Anggota Exco PSSI, Sihar Sitorus (dok.timlo.net/aryo)

Solo — Dua tim peserta Indonesia Primer League (IPL) musim lalu Semen Padang dan Persijap Jepara yang getol ingin pindah ke Indonesia Super League (ISL), mendapat tentangan dari salah satu anggota Exco PSSI Sihar Sitorus. Menurutnya, kedua klub tersebut aka menyalahi komitmen yang sudah dibangun oleh PSSI dan KPSI melalui rapat Joint Committe (JC).

Menurut Sihar, pihak PSSI dalam hal ini LPIS sebagai pengelola kompetisi IPL belum memastikan Semen Padang dan Persijap pindah ke ISL. Apabila memang terjadi kepindahan, kedua klub tersebut dinilainya telah melanggar komitmen bersama di JC. “Kami masih berpedoman dengan amanat statuta FIFA, rapat Exco dan Joint Committe dengan menghargai hasil rapat terakhir JC yang menghasilkan baik IPL dan ISL berjalan sendiri-sendiri untuk musim 2013,” terang Sihar saat ditemui wartawan di Solo, Kamis (18/10) siang.

Sihar menambahkan, pihaknya akan mengirimkan masalah tersebut kepada JC untuk mencairkan suasana, mengingat sesuai rapat JC penyatuan dua kompetisi tersebut akan dilakukan pada musim 2014. “IPL musim depan diikuti 16 klub, ISL 18 klub. Artinya kami menganggap kesimpulannya tidak ada yang menyeberang. Kami menganggap tidak ada yang berpindah, seharusnya ini menjadi komitmen sebagai solusi penyatuan kompetisi di 2014 nanti,” imbuh Sihar.

Menanggapi Semen Padang dan Persijap yang ngebet menyatakan kepindahan ke ISL musim depan, Sihar mengaku belum akan mengambil sikap sembari menunggu solusi dari JC maupun rapat Exco. Apabila hal tersebut terjadi, IPL praktis akan diikuti 14 tim karena dua klubnya harus berpindah. “Saya masih belum berani berspekulasi. Apakah nanti akan berjalan dengan 14 atau 16 tim. Yang pasti dari hasil rapat Exco terakhir, untuk kompetisi musim mendatang akan mulai digulirkan pada bulan Februari 2013 mendatang,” pungkasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge