0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Di Universitas Slamet Riyadi

Aliansi Mahasiswa Soloraya Gelar Seminar Pangan

Sejumlah pembicara tampil dalam seminar kedaulatan pangan di Unisri (dok.timlo.net/daryono)

Solo — Aliansi Mahasiswa Soloraya (AMS) menggelar Seminar Lokal Kedaulatan Pangan di Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, Kamis (18/10). Seminar tersebut selain untuk memperingati Hari Pangan Sedunia 16 Oktober juga untuk mencari solusi terkait masalah pangan di Indonesia.

Ketua Pelaksana Seminar, Irwan Sehabudin mengatakan, melalui seminar ini diharapkan menggugah kembali kepedulian terhadap petani serta mencari solusi atas masalah pangan. “Kami ingin sekali menemukan solusi atas masalah kemandirian pangan dimana negara kita masih terus melakukan impor pangan,” ujar Irwan, yang juga Presiden BEM Unisri ini saat ditemui Timlo.net, Kamis (18/10).

Selain itu, tambah Irwan, dengan seminar ini diharapkan timbulnya satu persepsi yang sama atas permasalahan pangan dewasa ini. “Peringatan hari pangan tidak hanya masalah seremoni tetapi juga bagaimana memperjuangkan solusi atas masalah pangan,” lanjut mahasiswa Hubungan Internasional ini.

Hadir dalam seminar tersebut 3 pembicara, yaitu Kepala Pusat Studi Pangan dan Kesehatan Masyarakat Unisri Y Wuri Wulandari STP MP, Aktivis Serikat Petani Indonesia Abraham Sugiyanto dan Aktivis PMKRI FX Sugiyanto. Seminar itu diikuti 100 peserta dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) berbagai kampus di Soloraya dan organisasi masyarakat (ormas) di Surakarta.

Dalam paparannya, Kepala Pusat Studi Pangan dan Kesehatan Masyarakat Unisri, Y Wuri Wulandari mengatakan permasalahan pangan menjadi hal yang kompleks. Sebagai contoh, bagaimana pertaniannya bagus jika saluran irigasinya tidak diperhatikan. “Lihat saja sungai-sungai penuh dengan sampah, bagaimana mungkin irigasinya bagus kalau sungainya seperti itu,” tuturnya.

Wuri mencontohkan, sistem pertanian yang baik akan mendongkrak kesejahteraan petani. Di Bali, karena sistem irigasinya yang bernama Subak bagus maka harga tanah pertanian di Bali sangat mahal.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge