0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sidang Terdakwa Dirut Palur Raya

Terdakwa dan JPU Ajukan Banding

Sidang terdakwa Dirut Palur Rayadi PN Karanganyar, Rabu (17/10) siang. (Dok.Timlo.net/Endarini)

Karanganyar — Direktur Utama Palur Raya, Shindu Darmali, terdakwa kasus penipuan cek kosong dijatuhi hukuman 1,6 tahun penjara. Dalam persidangan di Pengadilan Negeri Karanganyar, Rabu (17/10) siang, Shindu Darmali terbukti dengan sah melakukan kejahatan dalam perkara kasus pembayaran dengan menggunakan Giro Bilyet sebesar Rp 3,5 miliar dan melanggar pasal 378 KUHP tentang penipuan.

Sidang yang dipimpin Hakim Ketua Lukas Sahabat Duha, didampingi Ari Karlina, serta Bunga Lily sebagai Hakim Anggota sependapat dengan dakwaan Jaksa Penuntut Umum,  bahwa terdakwa telah melakukan tindak pidana melanggar pasal 378.

Vonis majelis Hakim dalam persidangan tersebut lebih ringan 1,4 tahun dari tuntutan JPU.

Atas putusan tersebut terdakwa langsung mengajukan banding. “Sepanjang hidup saya tidak pernah menipu. Makanya saya mengajukan banding,“ ungkap Shindu Darmali usai sidang.

Sementara kuasa hukum terdakwa, Heru B mengatakan, dalam memutuskan perkara Majelis Hakim banyak mengacu dari BAP bukan dari fakta-fakta yang ada dalam persidangan. “Padahal masih banyak fakta yang tidak ada dalam BAP ,“ tegas Heru.

Menanggapi vonis hakim, JPU, Daryanti menyatakan, pihaknya juga akan menyatakan banding.

“Sebenarnya kami juga akan banding, karena putusan dari Majelis Hakim Tidak sesuai dengan tuntutan kami. Kami menuntut 3 tahun penjara, sedangkan Majelis Hakim hanya menuntut 1,6 tahun,” tegasnya.



Komentar Anda

loading...
KEMBALI KE ATAS badge