0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tegangan Listrik Naik, Peralatan Elektronik Warga Terbakar

Petugas PLN perbaiki listrik. (Foto Ilustrasi) (dok.timlo.net/agung)

Sragen — Sejumlah warga di Kampung Gendingan, Kutorejo dan Tlebengan, Sragen Tengah menuntut PT PLN (Persero) UPJ Sragen memberikan ganti rugi atas kerusakan alat-alat elektronik milik mereka.

Salah satu pemilik usaha persewaan komputer Hari Suriyanto (40), mengungkapkan sejumlah komputer miliknya tidak dapat berfungsi karena mendadak terbakar. Kejadian bermula saat dia melayani pelanggan. Mendadak central processing unit (CPU) beberapa komputer miliknya mengeluarkan asap dan bau plastik terbakar. Hari yang melihat kejadian itu mengaku bingung. Dia berinisiatif membuka CPU dan melihat salah satu komponen di CPU terbakar.

“Komponen itu bereaksi dengan tegangan tinggi. Saya menduga CPU mendadak hangus karena tegangan tinggi. Setelah saya tanya ke tetangga, ternyata mereka juga mengalami kejadian serupa,” katanya kepada wartawan, di Kantor PT PLN (Persero) UPJ Sragen, Rabu (17/10).

Tetangganya menceritakan, beberapa peralatan elektronik milik mereka, seperti televisi dan  game online juga hangus. Mereka meminta agar PLN menyelesaikan kasus tersebut dan meminta pihak PLN bersedia memberikan ganti rugi.

Kondisi hampir sama juga terjadi di Kantor Kelurahan Sragen Tengah. Satu dari 3 CPU milik kantor hangus terbakar. Menurut salah satu pegawai kelurahan, Joko Santoso, dia mendengar ada suara dengungan dari CPU dan lampu di salah satu ruangan berkedip dan kemudian pecah. Terjadi ke luar asap dari CPU dan bau terbakar.

“Kalau memang alat kami rusak karena tegangan listrik yang naik, setidaknya ada kompensi dari PLN,” kata Joko.

Sementara itu, Manajer PT PLN (Persero) UPJ Sragen, Ali Mashudi, menjelaskan akan menindaklanjuti keluhan warga. Dia akan menerjunkan petugas untuk memastikan penyebab kejadian. Setelah itu, pihaknya akan memperhitungkan perihal ganti rugi kepada warga yang mengalami kerugian akibat kejadian itu.

“Kami akan meminta petugas mengecek kondisi. Soal tuntutan ganti rugi yang diminta warga, kami akan mengecek dulu. Apabila kerusakan alat elektronik itu karena kesalahan PLN, kami akan bertanggung jawab,” kata Ali Mashudi.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge