0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Gadis Jerman Jatuh Cinta Sama Sragen

Selina Denise Trapp (Istimewa)

Sragen —  Namanya Selina Denise Trapp, seorang gadis asal Jerman, yang mengaku jatuh cinta dengan Indonesia. Ia sudah 2 bulan ini tinggal di Sragen, tepatnya di Kampung Mojomulyo, RT 02, Sragen Kulon. Selina berada di Sragen sejak 9 Agustus 2012 untuk menjalani tugas sebagai volunteer (relawan asing) di SMP Negeri 1 Gemolong. Selina melakukan kegiatan pendampingan bagi guru bahasa Inggris terutama dalam memotivasi belajar para siswa dan tukar budaya, hingga akhir Maret 2013.

Seperti dituturkan Suparto, PNS yang seharinya bertugas di Badan Pelayanan Terpadu dan Penanaman Modal (BPTPM) Sragen, selama di Sragen Salina tinggal bersama keluarga guru bernama Warjito. Jarak antara rumah tempat dia tinggal dengan SMP Negeri 1 Gemolong cukup jauh, sekitar 30 kilometer. Tetapi itu tidak membuat Selina mengeluh. Justru perjalanan ini dirasakannya sebagai kebahagiaan tersendiri, karena bisa menikmati indahnya alam Indonesia bersama keramahan masyarakat Sragen yang dijumpainya.

Gadis kelahiran Jerman, 20 Juni 1993 ini, ketika dimintai komentarnya tentang Kabupaten Sragen, dengan tegas mengatakan,  “Luar biasa, I love Indonesia”, kata Selina, baru-baru ini.

Ungkapan Selina ini dibuktikan dalam hidup keseharian. Hampir semua hal yang dilihat dan dirasakan tentang Indonesia, dengan antusias diamati, dan dicoba diterapkan. Di luar tugas misalnya, sebisa mungkin ia berkomunikasi dengan orang yang dijumpainya dalam bahasa Indonesia meski harus bersusah payah diucapkan.

Ketika siswa-siswi SMPN 1 Gemolong memainkan perangkat gamelan kerawitan, ia seperti tak berkedip mengamati dan menikmatinya. Dengan penasaran, ia pun ingin mencoba menabuh Kendang. Di kesempatan yang lain, dengan alat musik Saksofon, meski baru tiga kali latihan, Selina sudah terampil mengiringi lagu Bengawan Solo dan Suwe Ora Jamu.

Selina, kini sepertinya lebih banyak tahu tentang Indonesia daripada orang Sragen. Meski baru dua bulan, ia sudah lancar berbahasa Indonesia, sehingga ia lebih sreg dikenal sebagai orang Indonesia. Selina nampak lebih Njawani daripada orang Jawa. Ia  bahkan mulai belajar tentang kerukunan hidup, sopan santun, dan tatakrama dalam tata kehidupan sosial di Indonesia, khususnya di Sragen.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge