0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Duduk Terlalu Lama Bisa Sebabkan Diabetes

Untuk menghilangkan rasa ngantuk, kadang pekerja yang biasa menggunakan komputer, memainkan game-game ringan (Dok:Timlo.net/Ranu Ario)

Timlo.net — Kegiatan olahraga yang rutin mungkin tidak cukup untuk menjaga kesehatan, jika Anda duduk selama berjam-jam per hari.

Sebuah analisa baru menghubungkan duduk dalam waktu yang lama dengan resiko terkena diabetes, penyakit jantung dan kematian bahkan bagi orang yang berolahraga secara teratur.

“Banyak orang berpikir bahwa jika mereka berolahraga setiap hari maka itu cukup untuk kesehatan mereka,” kata peneliti Emma Wilmot, MD dari Universitas Leicester di England. “Tapi mereka yang memiliki pekerjaan di mana mereka harus duduk sepanjang hari mungkin masih memiliki resiko kesehatan,” terangnya, kemarin.

Rata-rata orang dewasa menghabiskan 50 persen hingga 70 persen waktu mereka untuk duduk misalnya saat mereka duduk di dalam mobil, duduk di depan meja kerja, duduk di depan komputer atau di depan TV.

Duduk Mungkin Berbahaya Bagi Kesehatan

Tim peneliti Wilmot menganalisa 18 penelitian yang semuanya melibatkan hampir sebanyak 800 ribu orang, demikian dilansir dari WebMD.com.

Orang yang duduk terlalu lama memiliki resiko terkena diabetes atau penyakit jantung hingga dua kali lipat lebih besar dibandingkan dengan mereka yang duduk tidak terlalu lama. Dan dampak ini tetap dirasakan oleh mereka yang berolahraga secara giat setiap hari.

Duduk terlalu lama juga dihubungkan dengan sebuah resiko kematian yang lebih besar, tetapi terutama dihubungkan terhadap diabetes.

Tim peneliti yang sama baru-baru ini melaporkan bahwa duduk terlalu lama bisa meningkatkan resiko terkena penyakit ginjal, terutama pada para wanita.

Thomas Yates, MD yang memimpin penelitian ini berkata bahwa bukti duduk terlalu lama berdampak buruk untuk kesehatan saat ini meningkat.

“Bahkan untuk orang-orang yang aktif secara fisik, duduk terlalu lama kelihatannya tetap meningkatkan faktor resiko terkena diabetes, penyakit kardiovaskular dan penyakit ginjal,” kata Thomas.

Olahraga Teratur Mungkin Tidak Cukup

“Sekarang kita diminta untuk berolahraga secara teratur, tapi mungkin hal itu tidak cukup,” kata Yates. “Pesan penting lainnya mungkin adalah untuk mengurangi waktu duduk,” terangnya.

Hal ini mungkin merupakan saran yang penting khususnya untuk orang-orang penderita diabetes tipe 2 atau untuk orang yang memiliki resiko terkena penyakit ini.

Penelitian terkini lainnya telah menghubungkan duduk dalam periode waktu yang lama dengan peningkatan kadar insulin.

Berdiri

Yates merekomendasikan berdiri selama dua  menit setiap 20 menit kita duduk, dan berdiri selama iklan di tayangkan saat kita menonton TV.

Tidak dijelaskan bila tindakan-tindakan ini akan membuat perbedaan, tapi merupakan tindakan yang dirasa tepat.

“Kami tidak berada dalam posisi di mana kami bisa memberikan rekomendasi spesifik. Tapi kelihatannya semakin sedikit kita duduk, semakin baik,” terang Yates.

 



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge