0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Terancam Hukuman Penjara 10 Tahun

Mandor Perhutani Jadi Dalang Illegal Logging

Ketiga pelaku Illegal Logging bersama barang bukti kayu Sonokeling diamankan di Mapolres Wonogiri, Rabu (17/10). (dok.timlo.net/aris arianto)

Wonogiri — Sutrisno (40), mandor Perhutani di RPH (Resort Pemangkuan Hutan) Gebang, Dusun Bolo, Desa Bulurejo, Kecamatan Nguntoronadi, Wonogiri digelandang Tim Satreskrim Polres Wonogiri. Penyebabnya, dia telah menjadi dalang kasus illegal logging (pembalakan liar) pada kawasan hutan yang menjadi areal pengawasannya.

Polisi juga menangkap Ateng S (38), warga Cungkrung, Mojoreno, Sidoharjo dan Sugeng W (34), penduduk Dusun Ketonggo, Desa Kerjo Lor, Ngadirojo. Ateng bertindak selaku penebang pohon dan Sugeng sebagai sopir truk pengangkut hasil pembalakan.

Kasatreskrim Polres Wonogiri, AKP Sukirwanto, Rabu (17/10) mengungkapkan ketiganya ditangkap di sebuah tempat penggergajian di Mojoreno Sidoharjo, Senin lusa. Ketiganya kedapatan sedang memotong kayu.

“Yang dibawa adalah kayu gelondongan jenis Sonokeling sebanyak 23 batang diameter 120 senti dengan panjang 1 hingga 2 meter. Semua kayu berasal dari lahan Perhutani petak 45,” ujar Kasatreskrim.

Penangkapan ketiganya, menurut AKP Sukirwanto, berawal dari laporan masyarakat tentang adanya truk yang mengangkut kayu dari dalam hutan. Selanjutnya petugas membuntuti truk tersebut hingga sampai ke tempat penggergajian.

“Sutrisno dan Ateng kita jerat Pasal 78 ayat 4 juncto pasal 50 ayat 3 Undang-undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Illegal Logging, ancaman hukumannya 10 tahun. Kalau Sugeng dijerat pasal 78 ayat 6 juncto 50 ayat 3 huruf K dengan ancaman hukuman 5 tahun,” tandasnya.

Sementara Sutrisno mengaku terpaksa menebang kayu Sonokeling dengan alasan sosial. “Ada permintaan dari warga sekitar hutan untuk dibuatkan meja dan kursi serta kotak simpanan uang, akhirnya saya ambil kayu di dalam hutan,” kata Sutrisno.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge