0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Kutuk Aksi Penganiayaan terhadap Wartawan di Riau

Wartawan Solo: Stop Kekerasan Pers!

Sejumlah wartawan Solo menggelar aksi damai, mengutuk kekerasan terhadap wartawan. (dok.timlo.net/daryono)

Solo —  Kekerasan yang dialami sejumlah wartawan saat meliput jatuhnya pesawat tempur TNI Angkatan Udara jenis Hawk 100/200 di Riau, Selasa (16/10), disikapi wartawan Solo. Sejumlah insan pers yang tergabung dalam Forum Wartawan Solo, Rabu (17/10) menggelar aksi simpatik mengecam penganiayaan terhadap awak media tersebut.

Dengan membawa berbagai spanduk, di antaranya bertuliskan “Hentikan Premanisme Terhadap Press”, “Save Our Journalist”, “Save Journalis”, “Lawan Premanisme Terhadap Press”, “Stop Kekerasan Pers”, “Wartawan Ojo Dijak Gelut”, para kuli tinta ini menggelar orasi. Tak hanya itu, mereka juga meletakkan kamera, handycam dan juga ID Card mereka di jalan sebagai bentuk aksi keprihatinan.

Salah seorang wartawan, Triyono mengatakan dalam orasinya, kekerasan terhadap wartawan di Riau diharapkan menjadi yang terakhir kali. Dia mengecam tindakan aparat yang menghalang-halangi kerja wartawan. “Wartawan bukan maling, wartawan memberikan informasi bukan membocorkan rahasia negara seperti yang dikatakan pejabat-pejabat itu,” ungkap wartawan yang pernah mendapat perlakukan kekerasan ini.

Koordinator Aksi, Abdullah Rowi mengatakan, wartawan Solo mengutuk keras aksi yang dilakukan oknum TNI terhadap sejumlah wartawan. Selain itu, aksi pemukulan itu juga dilihat anak kecil, mahasiswa dan masyarakat sekitar sehingga memberi contoh yang tidak baik.

“Wartawan hanya mencari berita, foto untuk disampaikan masyarakat. Kami meminta Komnas HAM untuk melakukan penegasan terhadap aksi biadab itu,” terang Asep.

 



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge