0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Proyek Pelebaran Jalan Boyolali-Sruwen Bikin Macet

Arus lalu lintas padat merayap di Jalur Boyolali-Sruwen Salatiga, Selasa (16/10). (Dok.Timlo.net/ Nanin)

Boyolali — Pelebaran jalan Solo – Semarang, mulai dari Penggung menuju Boyolali Kota hingga Sruwen (Salatiga) menimbulkan keruwetan di jalur tersebut. Minimnya rambu yang dipasang oleh pihak pelaksana mengakibatkan arus menjadi tersendat. Selain itu, material pasir dan batu yang menumpuk di pinggir jalan membahayakan pengguna jalan. Terutama bila malam hari, karena kondisi jalan gelap.

Arus di jalur Solo-Semarang menjadi semakin padat saat rombongan haji melintas. Kendaraan yang melaju dari arah Semarang terpaksa harus menepi dan membiarkan rombongan haji melintas. Padahal kondisi di jalur tersebut sangat sempit, sehingga kendaraan dari arah berlawanan terpaksa harus keluar dari jalur.

Kepadatan arus lalu lintas juga dikeluhkan warga sekitar. Mereka terpaksa mencari jalan lain supaya  bisa segera sampai ke rumah. Bila melalui jalur Solo Semarang, paling tidak membutuhkan waktu setengah jam untuk bisa menyeberang.

“Butuh setengah jam agar bisa menyeberang, jalanya ramai, apalagi sejak diperlebar, mobil-mobil yang melintas sangat panjang,” ungkap Sarlianto, warga Cepogo, ditemui saat hendak menyeberang, Selasa (16/10).

Di sisi lain, Kasat Lantas Polres Boyolali AKP Sugino, mengatakan pihaknya sudah berulang kali menegur pihak pemborong untuk menambah rambu-rambu di jalur yang sedang diperlebar. Selain itu, pihaknya juga meminta agar tidak ada penimbunan material di jalur, karena sangat membahayakan.

“Kita sudah berulang kali ingatkan, kalau masih nekat akan kita lakukan penindakan,” tandasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge