0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dianggap Mengebiri Hak-hak Kades

Perbup Wonogiri Bikin Para Kades Nggrundel

Teguh Subroto (kiri) dan Dodit Indriyatno, dua Kades di Wonogiri (dok.timlo.net/aris arianto)

Wonogiri — Puluhan Kepala Desa (Kades) di Wonogiri nggrundel. Mereka menganggap ada pengkebirian hak dalam Perbup (Peraturan Bupati) Nomor 43 Tahun 2009 tentang Pencalonan, Pelantikan dan Pemberhentian Kades.

Dalam pasal 12 Ayat 4 Perbup Wonogiri tersebut mencantumkan Kades yang mencalonkan lagi sementara masa baktinya belum berakhir wajib mengundurkan diri. Konsekuensinya hak-hak keuangannya akan terhapuskan.

Hak keuangan tersebut meliputi gaji dan uang pesangon. “Dalam Pilkades tahap ketiga sekitar Desember nanti ada sekitar 40-an kades yang akan mencalonkan lagi, padahal masa baktinya berakhir tanggal 16 Januari, terus kami diharuskan mengundurkan diri sekitar bulan Oktober,” ujar Kades Jatisari, Jatisrono, Teguh Subroto di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Selasa (16/10).

Dengan begitu, lanjut Teguh, hak-haknya selama 2 bulan tidak terbayarkan plus pesangon. “Gaji perbulan kami Rp 1,8 juta, lalu pesangon kalau masa bakti 6 tahun penuh sekitar 25 persen kali dua gaji, tapi jika tidak penuh termasuk dengan pengunduran diri menghadapi Pilkades pesangon tidak sebesar itu,” tambahnya.

Dodit Indriyatno, Kades Sidorejo, Jatisrono menambahkan, semestinya Kades yang akan mencalonkan lagi mendapatkan cuti. Dengan begitu tidak ada pengaruh terhadap hak-haknya.

Di tempat sama, Kabag Pemerintahan Desa Pemkab Wonogiri, Sriyono berjanji akan mengkonsultasikan permasalahan itu ke Bupati. Dirinya akan mengupayakan adanya revisi atas Perbup Nomor 43 Tahun 2009.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge