0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Hanya 2 SPBU yang Laporkan Transaksi dengan Jeriken

SPBU di Sukoharjo (Ilustrasi) (Dok.Timlo.net/ Sahid B Susanto)

Sukoharjo — Dari 24 SPBU yang beroperasi di wilayah Sukoharjo, diketahui hanya ada 2 SPBU yang rutin melaporkan transaksi jeriken ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sukoharjo.

Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kabupaten Sukoharjo Bambang Setiyono, Senin (15/10) menjelaskan, 2 SPBU yang tertib melaporkan transaksi jeriken tersebut yaitu SPBU Kadilangu (Baki) dan Ngadirejo (Kartasura). Sementara untuk 22 SPBU lainnya tidak memberi laporan mengenai transaksi jeriken kepada Disperindag dalam rangka pengawasan penjualan premium bersubsidi.

“Sebenarnya pihak Pertamina telah menginstruksikan semua SPBU untuk melaporkan secara rutin transaksi jeriken ke Disperindag. Hal ini untuk memperketat pengawasan penggunaan premium bersubsidi agar tepat sasaran. Terlebih dengan diberlakukannya kebijakan larangan penggunaan premium bagi mobil plat merah,” ujar Bambang Setyono.

Disperindag Sukoharjo meminta pengelola SPBU yang beroperasi di wilayah Sukoharjo untuk segera melaporkan transaksi menggunakan Jeriken ke Disperindag. Karena Disperindag juga diminta oleh BUMN Pertamina untuk ikut andil dalam pengawasan penggunaan BBM bersubsidi.

“Dikhawatirkan ada akal-akalan dari oknum pengguna mobil dinas yang membeli premium dengan menggunakan jeriken dalam jumlah banyak. Selain itu, dikhawatirkan BBM bersubsidi diburu para pelaku usaha untuk menekan biaya produksi,” imbuhnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge