0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pemkot Beri Deadline Sepekan pada Pengelola Gudang Semen Purwosari

Petugas sedang melakukan evaluasi dan pemantauan terhadap gudang semen Purwosari (timlo.net - dhefi)

Solo —  Pengelola gudang semen milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) di Purwosari, Solo diberi waktu sepekan untuk mengubah sistem operasionalnya sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ditentukan. Jika dalam sepekan teguran dari Pemkot tidak diindahkan, pengelola terancam diberi Surat Peringatan (SP) sampai dengan pemberian sanksi oleh Pemkot.

Hasil evaluasi yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) terhadap kajian analisa mengenai dampak lalu lintas (Amdal Lalin) pada Senin (15/10) akan diserahkan pada Dinas Tata Ruang Kota (DTRK). “Saat ini kami lakukan peringatan secara lisan. Setelah hasil evaluasi dikirim pada DTRK, akan ditindak lanjuti dengan pemberian surat pemberitahuan,” kata Kasi Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Dishubkominfo Kota Solo Muhammad Usman kepada wartawan.

Pemberian surat pemberitahuan dilakukan setelah mendapatkan persetujuan dari Walikota Solo. Setelah surat pemberitahuan diberikan, pengelola punya waktu sekitar sepekan untuk menindaklanjutinya. Namun jika dalam waktu tersebut pengelola masih belum mengindahkannya, Pemkot akan memberikan Surat Peringatan (SP) pada pengelola sampai pemberian sanksi.

Evaluasi dan pemantauan dilakukan oleh tim gabungan dari unsur Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Solo, Dinas Tata Ruang Kota (DTRK), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Solo.

Menurutnya, ada dua hal yang menjadi perhatian dalam evaluasi tersebut. “Yang pertama, bongkar muat semen harusnya dilakukan di dalam gudang semen, bukan di luar seperti ini. Jadi begitu banyak debu yang bertebaran, yang mengakibatkan polusi,” terangnya.

Satu hal lagi, yakni masalah transfer moda transportasi yang selama ini dilakukan. Harusnya, jalur distribusi semen dari kereta api dimasukkan dalam gudang baru didistribusikan dengan menggunakan truk bermuatan total 5,5 ton. Namun kenyataannya, banyak truk-truk besar bermuatan lebih dari 25 ton melakukan bongkar muat di gudang tersebut.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge