0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Delanggu Bentuk Timsus Cegah Kenakalan Pelajar

Kepala UPTD Pendidikan Delanggu, Wasis Sujatmiko (dok.timlo.net/indratno eprilianto)

Klaten — Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan Delanggu, Kabupaten Klaten berencana membentuk tim khusus (Timsus) untuk menangani kenakalan siswa sekolah. Pembentukan tim itu menyusul maraknya tawuran antar pelajar yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia.

“Timsus itu nanti akan menggandeng lintas instansi serta melibatkan stakeholder yang ada di wilayah Kecamatan Delanggu,” ujar Kepala UPTD Pendidikan Delanggu, Wasis Sujatmiko kepada wartawan, Senin (15/10).

Wasis menjelaskan, pembentukan Timsus berawal dari banyaknya berita di media mengenai maraknya tawuran pelajar. Timsus dibentuk guna mengantisipasi kejadian itu, khususnya di wilayah Delanggu.

“Selain tawuran, pembentukan Timsus juga untuk mencegah pelajar mbolos saat jam pelajaran berlangsung. Rencana pembentukan timsus sudah saya ungkap saat rapat dengan berbagai instansi beberapa waktu lalu, dan semua mendukung,” jelas Wasis.

Dijelaskan, ada beberapa poin untuk mengantisipasi kenakalan pelajar. Di antaranya penerapan kasih sayang terhadap siswa, pembentukan karakter siswa dan guru, serta penegakan disiplin, baik di internal sekolah maupun di luar sekolah.

“Kalau di internal sekolah, Timsus akan memberikan pendampingan serta sosialisasi ke sekolah-sekolah mengenai pembentukan karakter siswa. Sedangkan di luar sekolah kegiatan, Timsus akan menggelar razia pelajar disejumlah tempat yang diduga untuk membolos, misalnya Warnet (warung internet), pasar atau lokasi lainnya,” papar Wasis.

Wasis mengatakan, dalam waktu dekat ini Timsus akan segera dibentuk. Dengan demikian diharapkan bisa mengantisipasi dan meminimalisir kenakalan pelajar di wilayah Delanggu.

“Dalam waktu dekat ini kami bersama instansi terkait akan menggelar rapat untuk membahas pembentukan timsus serta menentukan nama timsus tersebut,” ujar Wasis.

Sementara itu, Ketua PGRI Cabang Delanggu, Yusup Suwarno mengataka pihaknya mendukung penuh atas rencana pembentukan Timsus yang mengawasi pelajar tersebut. Menurutnya, pendidikan karakter memang penting dilakukan di lingkungan sekolah guna menanamkan moral yang baik kepada siswa.

“Saat ini memang pendidikan karakter sedikit kabur seiring dihapusnya mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP). Padahal di dalam mata pelajaran itu sudah dijelaskan butir-butir mengenai Pancasila. Menurut saya itu perlu diajarkan kembali. Sehingga dengan pendidikan moral itu maka siswa diharapkan mengerti pentingnya belajar demi masa depan,” ujar Yusup yang juga Kepala SDN 1 Jetis, Delanggu.



Komentar Anda

loading...
KEMBALI KE ATAS badge