0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kemendikbud Gelar GFD Budaya Bersih Desa Budaya

Kepala Disbudpar Solo, Widhi Srihanto saat memberi sambutan pada FGD Gerakan Budaya Bersih Desa Budaya di Hotel Sunan (Dok.Timlo.net/Daryono)

Solo  —  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggelar Fokus Group Discussion  (FGD)  Gerakan Budaya Bersih Desa Budaya, Senin (15/10) di Hotel Sunan Solo. FGD tersebut menghadirkan 3 pembicara antaralain Direktur Internalisasi Nilai dan Diplomasi Budaya Kemedikbud Prof Etty Indriati PhD , Dosen Arsitektur UNS yang juga pendiri Solo Heritage Society  Ir Kusumastuti dan Ketua Forum Pengembangan Kampoeng Batik Laweyan Alpha Febela Priyatmoko.

FGD yang diikuti 100 peserta dari berbagai kalangan antara lain seniman, budayawan, birokrat dan juga akademisi itu untuk menjaring aspirasi dari berbagai stakeholders terkait konsep Gerakan Budaya Bersih Desa Budaya.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata  Solo, Widhi Srihanto mengatakan Solo sebagai kota budaya memiliki 3 pilar antara lain pilar budaya, pilar ekonomi kreatif dan pilar pariwisata. “Tidak hanya seni misalnya keroncong, tetapi juga budaya bersihnya menjadi pilar di ketiga pilar tersebut. Budaya bersih itu kami harapkan dimulai dari Kampung Laweyan yang kita jadikan percontohan Gerakan Budaya Bersih Desa Budaya,” ujar Widhi, Senin (15/10) di Hotel Sunan.

Dengan budaya bersih itu, tambah Widhi, akan menjadikan Solo lebih menarik untuk dikunjungi. “Kalau budaya bersih ini masuk ke dalam tempat-tempat wisata, masuk dalam kegiatan seni budaya maka ini akan memberi kenyamanan. Selain itu untuk mendapatkan Adipura pun tentu tidak perlu rekayasa,” imbuhnya.

Tak hanya itu, menurut Widhi, perilaku bersih tidak hanya terkait kebersihan lingkungan, tetapi juga bersih perilakunya, bersih manusianya. “Tidak hanya bersih toiletnya tetapi juga bersih perilakunya. Contoh kecil, setelah Car Free Day (CFD) sudah bersih belum, mari kita instrospeksi,” bebernya.

Sementara, Dosen Arsitektur UNS Ir Kusumastuti mengatakan Gerakan Budaya Bersih Desa Budaya membutuhkan dukungan semua stakeholders. “ Tidak bisa hanya dimulai dari sekolah atau keluarga. Harus ada gerakan semua stakeholders yang berkesinambungan. Perlu bertahun-tahun, karena ini menyangkut budaya,” terangnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge