0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ahli: Salah, Minum Teh Campur Gula

Sejumlah master teh (ahli teh) tengah menjelaskan seputar minum teh, di Omah Sinten, Solo (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Ahli teh dari berbagai negara membagikan ilmunya tentang cara pembuatan teh dan menikmati teh kepada masyarakat Solo. Para ahli teh tersebut sepakat bahwa kebiasaan masyarakat Indonesia, khususnya Solo dalam menghidangkan minuman teh yang dicampur dengan gula tersebut merupakan cara yang salah. Hal itu malah menghilangkan cita rasa minuman teh.

Pengetahuan tentang cara menikmati teh tersebut, diajarkan kepada ‘Solo Tea Society’ yang baru saja dibentuk di rumah makan Omah Sinten, Minggu (14/10). Komunitas yang beranggotakan para pengusaha di Solo dan penggemar teh di Kota Solo tersebut baru mengetahui bahwa teh tidak boleh dicampurkan dengan gula dari para ahli teh yang berasal dari Jepang, India, Cina dan beberapa negara lain yang menjadi pemateri dalam Solo International Tea Festival.

Salah seorang master teh asal Jepang yang juga pemateri dalam acara tersebut, Soren M Chr Bisgaard mengatakan, masyarakat di Indonesia kebanyakan mencampurkan gula pasir ke dalam minuman teh. Hal itu sebenarnya malah menghilangkan cita rasa asli teh yang dihasilkan. “Kebanyakan masyarakat Indonesia jika minum teh selalu dicampuri pakai gula pasir, padahal hal itu salah,”paparnya.

Menurut Soren, di negaranya, Jepang, masyarakatnya tak pernah menikmati teh dengan mencampur gula. Ia pun menyarankan masyarakat untuk mengkonsumi teh yang memang sudah manis tanpa harus memakai gula. “Teh memiliki beberapa jenis, salah satunya yaitu teh yang berjenis manis. Teh jenis ini cocok untuk negara Indonesia yang kebanyakan masyarakatnya menyukai rasa manis,” ujarnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge