0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ini Dia, Aksi Master Teh Sedunia

Master teh di Omah Sinten, Minggu (14/10). (Dok.Timlo.net/ Daryono)

Solo — Dengan seksama, lelaki setengah baya yang mengenakan kimono itu mengambil beberapa sendok kecil bubuk warna hijau. Sendoknya kecil, lebih kecil dari sendok teh yang disebut chasaku. Mungkin seukuran dengan sendok-sendokan mini yang ada dalam makanan ringan anak-anak.

Setelah diambilnya beberapa sendok kemudian ditaruhnya di dalam sebuah mangkuk. Masih dengan gerakan teratur, lelaki yang tak lain Master Teh Soren M Chr Bisgaard itu  mengambil beberapa gayung air mendidih dalam kuali mini. Gayung itu terbuat dari bambu kuning yang lagi-lagi berukuran mini. Gagangnya juga berbahan bambu dengan panjang 30 cm.

Air mendidih itu lantas dituang dalam mangkuk yang sudah diisi dengan bubuk hijau. Kemudian diaduknya perlahan dengan pengaduk lembut berserabut (chasen). Setelah beberapa menit, seduhan itu pun diberikan kepada sejumlah tamu yang memperhatikan dengan seksama.

Perlahan teh dalam mangkuk itu pun mereka minum. “Rasanya beda dengan teh coklat. Rasanya dingin ditenggorokan tetapi hangat. Beda, pokoknya beda. Dengan teh hijau di sini pun berbeda,” ujar Wahyu Heriyanto, salah seorang Wakil Ketua Kadin Solo ini.

Untuk meminum Teh Hijau ini didahului dengan memakan Okashi. Okashi merupakan racikan gula yang sudah dicampur teh. Berbentuk padat seukuran permen. “Cara minum teh yang benar memang seperti ini. Teh dan gulanya dipisah. Orang Jawa dulu pun demikian. Gulanya pakai gula merah yang kemudian mereka kremus,” lanjutnya.

Sementara Master Teh Soren M Chr Bisgaard mengatakan teh yang diseduhnya merupakan teh hijau bernama Teh Matcha. “Teh ini sangat baik bagi kesehatan,” ungkap Master Teh asal Jepang ini.

Master Soren sengaja mempresentasikan penyeduah Teh di Omah Sinten, Minggu (14/10). Hal itu merupakan bagian acara Solo Internasional Tea Festival.

Langkah-langkah dalam upacara minum teh ini memang terkesan rumit. Hal itu karena ada banyak filosofi yang terkandung dalam aluran tersebut. Inti dari seluruh filosofi ini adalah bagaimana sesama manusia saling menghargai, menjaga keharmonisan, kesucian dan kedamaian.



Komentar Anda

loading...
KEMBALI KE ATAS badge