0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

111 Kasus Chikungunya Muncul di Klaten

Fogging untuk mencegah wabah DBD dan Chikungunya (Dok.Timlo.net)

Klaten – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Klaten menyatakan terdapat 111 kasus Chikungunya muncul di wilayah Klaten sepanjang 2012. Penyakit yang bersumber dari alphavirus akibat gigitan nyamuk spesies aedes aegypti itu kembali muncul setelah pada tahun lalu dinyatakan nihil.

“Munculnya kasus Chikungunya karena disebabkan beberapa faktor. Diantaranya kurangnya antisipasi dari masyarakat, peralihan musim dan kemungkinan virus yang dibawa orang dari luar daerah,” ujar Kasi Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang pada Dinkes Klaten, Heri Martanto, Minggu (14/10).

Heri mengungkapkan, munculnya kasus Chikungunya yang menyerang puluhan warga di tiga kecamatan, seperti Kecamatan Kalikotes, Gantiwarno, dan Wedi merupakan sebagaian yang terjadi secara kesuluruhan di Klaten yang muncul di tahun 2012.

“Dalam beberapa pekan terakir kami mendapat laporan jika ada sejumlah warga di dua dukuh yakni Dukuh Gatakrun dan Gombang, Desa Pasung, Kecamatan Wedi mengalami Chikungunya. Namun sudah kami lakukan fogging (pengasapan) di kawasan itu,” ujar Heri.

Program PHBS

Guna mengantisipasi meluasnya serangan Chikungunya, Dinkes Kabupaten Klaten akan melakukan penyuluhan mengenai program perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Kepala Dinkes Kabupaten Klaten, Ronny Roekmito, mengatakan serangan penyakit Chikungunya sama halnya dengan demam berdarah dengue (DBD), yakni sumber virus yang diakibatkan oleh gigitan nyamuk. Salah satu solusinya adalah dengan pola hidup bersih.

“Kami berharap melalui program PHBS akan mampu menekan penyebaran penyakit Chikungunya. Sedangkan jika memang sudah sulit dikendalikan maka langkah terakhir adalah dengan fogging,” ujar Ronny.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge