0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Grebeg Pangan, 45 Tumpeng Ludes Diserbu Warga

Grebeg Pangan 2012 di CFD Solo, Minggu (14/10) pagi. (Dok.Timlo.net/ Achmad Khalik)

Solo Grebeg Pangan 2012 “Gemah Ripah Loh Jinawi dari rakyat dan untuk rakyat” mewarnai Car Free Day (CFD), Minggu (14/10). Sekitar 45 tumpeng dari berbagai elemen masyarakat berisi nasi tumpeng, buah-buahan, sayuran, dan jajanan pasar berjajar diusung menyeruak kerumunan di CFD Solo.

Iring-iringan gunungan yang dimulai dari lapangan kota barat dan diakhiri di plasa sriwedari tersebut mengundang perhatian pengunjung CFD untuk berkerumun di sekeliling gunungan yang diarak ditengah-tengah Jl. Slamet Riyadi. Awalnya, warga menonton saja iring-iringan itu lewat. Tapi ketika gunungan terakhir yang berhias buah-buahan tiba, para pengusung tak kuasa menahan desakan massa yang mendekat dengan tangan menggapai-gapai berusaha meraih buah-buahan tersebut. Kurang dari satu menit, seluruh gunungan yang dikirab tersebut telah ludes dikeroyok massa.

Ketua Panitia Grebeg Pangan 2012, Indrias mengatakan Grebeg Pangan 2012 kali kedua ini merupakan wujud ketahanan pangan dari masyarakat Kota Solo. Hal itu terlihat dari berbagai gunungan yang diarak ditengah-tengah CFD. “Solo hanya memiliki sedikit lahan tanam, namun berkat dukungan daerah-daerah sekitar yang kita tampilkan disini, khususnya daerah Subosukowanasraten (Solo, Boyolali, Sukoharjo, Wonogiri, Sragen, Klaten) bisa mencukupi ketahanan pangan masyarakat Surakarta,” ucapnya di sela-sela acara.

Indrias menambahkan acara ini memang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Solo dan melibatkan sejumlah elemen masyarakat untuk menyambut dan merayakan Hari Pangan Sedunia yang selalu diperingati setiap 16 Oktober 2012.

Sementara itu, salah seorang peserta, Sajiman (47), mengaku baru pertama kali mengikuti acara yang bertajuk Grebeg Pangan tersebut. Sajiman bersama kelompok warga Purwosari, Laweyan, Solo, tempat asalnya, sengaja membuat gunungan setinggi sekitar 2 meter secara swadaya untuk memeriahkan kegiatan tersebut. Dirinya tak menyangka animo masyarakat menyambut perhelatan tersebut yang sangat tinggi.

“Kami bikin gunungan itu dari kemarin malem. Semalaman kami bikin, habisnya enggak sampai satu menit,” ujarnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge