0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

PSS Siap Diterapkan di Cabang Taekwondo Porprov 2013

Atlet taekwondo Solo (Ilustrasi) (Dok.Timlo.net/ Aji Budi Saputro)

Solo —  Protector Scoring System (PSS) bakal diterapkan dalam cabang olahraga Taekwondo, utamanya untuk sistem penilaian saat pelaksanaan Porprov Jateng tahun depan (2013). Dalam penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII di Riau beberapa waktu lalu, cara ini sudah dijajal.

Pengurus Provinsi (Pengprov) Taekwondo Indonesia (TI) Jawa Tengah kini mulai siap mengadopsi segala yang diperlukan untuk PSS tersebut. Seperti yang diutarakan Ketua Bidang Pembina Prestasi (Binpres) Pengprov TI Jawa Tengah, Tanu Kismanto, bahwa cara PSS akan sesuai dengan standar internasional dan sangat perlu bagi atlet untuk terbiasa.

“Sekarang ini penggunaan PSS sudah menjadi standar baru di tingkat internasional, karenanya perlu bagi atlet kita untuk membiasakan diri. Sebelum di Jateng, di Jabar, DKI, juga dalam PON XVIII lalu sudah mencoba menggunakan sistem ini,” kata Tanu Kismanto, Sabtu (13/10).

Dengan menggunakan perangkat PSS, penilaian yang diperoleh akan lebih obyektif. Perangkat ini akan terpasang di bagian pelindung badan dan berfungsi memberi penilaian secara otomatis dalam olahraga Taekwondo. “Memang sisi positifnya bisa menghindari subyektifitas dari juri, tapi di sisi lain juga ada kekurangan karena sensor terkait dengan sensitifitas tenaga yang diterima. Jadi semisal tekanannya kurang walaupun serangan masuk kalau sensor tidak menyala bisa gagal mendapat poin,” lanjut Tanu.

Namun demikian, lantaran biaya perangkat PSS terbilang cukup mahal, Pengprov hanya akan meminjamkan pada tiap ajang kejuaraan. “Satu set perangkat PSS bisa sampai Rp 20-an juta, jadi tidak mungkin semua ajang bisa memiliki. Tapi dari pengprov juga akan berupaya membantu dengan meminjamkan alat,” pungkasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge