0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tahun 2013, Santunan Kematian Naik Jadi Rp 750 Ribu

Kepala Dinsosnakertrans Kota Surakarta, Singgih Yudoko (Dok.Timlo.net/Daryono)

Solo — Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menaikkan nilai hibah santunan kematian di tahun 2013 menjadi Rp750.000/orang.  Nilai ini lebih besar dibanding tahun sebelumnya yang hanya Rp 500.000/orang.

Anggota Komisi IV DPRD Solo, Paulus Haryoto mengatakan selain menaikkan nilainya, Pemkot juga menaikkan kuota penerimanya menjadi 1.000 orang. Kuota tersebut lebih besar dibanding tahun sebelumnya yang hanya sekitar 800 orang.

Dijelaskan, peningkatan nilai santunan yang diberikan berdasarkan asumsi biaya pemakaman yang terus meningkat. “Asumsinya biaya bedah bumi dan biaya lainnya meningkat sehingga nilainya kita naikkan. Sementara, kuota ditambah karena pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya, sehingga Dinsosnakertrans (Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi) menambah kuotanya,” ujar Paulus Haryoto, Sabtu (13/10) di Gedung Dewan.

Disinggung soal  kriteria masyarakat penerima santunan itu, politisi PDIP ini mengatakan tetap sama seperti tahun sebelumnya. “Yang mendapat santunan tetap masyrakat miskin. Ya seperti itu, sama seperti penerima PKMS. Database-nya sama,” imbuhnya.

Dia menerangkan prosedur pengurusan santunan yakni ahli waris melakukan pengajuan ke kelurahan yang kemudian diteruskan ke Dinsosnakertrans. Setelah itu, dinas bakal melakukan klarifikasi ke ahli waris. “Membuat surat kematian baru santunan cair. Ada harapan, tidak hanya menunggu buta santunan yang akan diterima,” katanya.

Meski demikian, Paulus menilai kondisi akan rentan jika tidak ada proaktif dari warga penerima santunan. “Kondisi rentan jika masyarakat tidak proaktif nanti dana bisa-bisa hilang entah kemana,” urainya.

Terpisah, Kepala Dinsosnakertrans Solo, Singgih Yudoko, menerangkan proses pencairan dana santunan kematian berbeda dibanding yang pernah digulirkan sebelumnya. Dia menjelaskan dana santunan cair setelah ada pengajuan anggaran ke APBD Kota Solo.

“Model sekarang kan beda. Ada pengajuan dulu, baru ada pengajuan anggaran. Untuk 2012 hingga APBD Perubahan sebanyak 213 orang yang mengajukan. Setelah perubahan itu masuk ke kuota 2013, sekarang mencapai 150 orang,” tuturnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge