0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Waspadai Banjir, Longsor dan Angin Ribut

Hujan Tiba, Pemkab Boyolali Mulai Siaga Bencana

Memasuki musim penghujan, Pemkab Boyolali mewaspdai bencana banjir di sejumlah daerah (dok.timlo.net)

Boyolali — Memasuki musim penghujan, Pemkab Boyolali mulai melakukan antisipasi bencana alam. Setidaknya ada dua bencana alam yang mendapat perhatian khusus, yaitu longsor dan banjir. Kedua bencana alam ini sudah menjadi langganan wilayah Boyolali saat musim penghujan tiba. Untuk mengantisipasi bencana alam tersebut, pemkab telah menginstruksikan Satker-Satker yang berhubungan dengan bencana untuk terus berkoordinasi.

Wakil Bupati Boyolali Agus Purmanto, Jumat (12/10), menjelaskan, pihaknya telah menginstruksikan Bagian Kesra, Kesbangpol dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk terus menjalin komunikasi. Langkah ini dilakukan agar pihaknya bisa melakukan koordinasi dan melakukan langkah cepat bila sewaktu-waktu ada bencana.

“Jadi kita sudah siap bila nanti ada bencana alam, termasuk perlengkapan dan anggaran,” ungkap Wabup.

Di sisi lain, BPBD Boyolali saat ini mulai melakukan pemetaan wilayah bencana. Termasuk himbauan kepada masyarakat agar ikut mengantisipasi bencana dengan berbagai cara. Di antaranya, pohon-pohon besar dikurangi rantingnya, karena dikhawatirkan jika nanti roboh akan menimpa rumah.

“Biar tidak ada korban, baik jiwa maupun materi, diminta untuk mengurangi ranting-ranting pohon,” ungkap Kepala BKBD Boyolali, Hasanudin.

Pihaknya juga sudah melakukan sosialisasi ke warga terkait perubahan tekanan udara dan suhu yang mudah berubah dengan cepat. Selain itu, diharapkan warga bisa mengenali dan mengantisipasi bencana tersebut.

Wilayah yang rentan angin ribut, seperti lereng Merapi Merbabu, Kecamatan Selo, Cepogo, Musuk dan Ampel. Sedangkan untuk daerah rawan banjir yang selama ini selalu menjadi langganan adalah wilayah Desa Kismoyoso, Ngemplak.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge