0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Peringati Bom Bali I, Aktivis Jihad Masih Solid

Sejumlah aktivis jihad ketika melakukan refleksi peristiwa Bom Bali I (timlo.net - dhefi)

Solo – Aktivis-aktivis dari kelompok jihad yang ada di Tanah Air hingga saat ini masih eksis. Saat ini, mereka berada dalam satu komando dan masih tetap melakukan kegiatan dakwah.

Pada Jumat (12/10) siang, beberapa orang berkumpul di Masjid Al-Wustho, Mangkunegaran, Solo. Di antaranya adalah mantan terpidana kasus Bom Bali I, Joko Tri Harmanto (34). Kemunculan sejumlah aktivis jihad kali ini adalah untuk melakukan refleksi peristiwa Bom Bali I yang terjadi pada 2002 lalu.

“Kami melakukan doa bersama untuk 3 Mujahid Imam Samudra, Muklas dan Amrozi. Tidak ada maksud untuk memperingati peristiwa itu (Bom Bali I) karena dalam keyakinan kami tidak ada peringatan seperti itu. Yang ada hanya refleksi saja,” kata salah seorang mantan aktivis jihad Ambon dan Poso, Yuli Sya’ban kepada wartawan.

Menurutnya, saat ini kelompoknya yang saat ini bejumlah 40 orang yang tersebar di sejumlah wilayah tersebut masih solid. “Masih berjalan di bidang dakwah. Untuk amar makruf, kami serahkan pada masing-masing kelompok,” terangnya.

Sejumlah anggota yang masih eksis menurutnya berasal dari anggota Bom Bali I, II, JW Marriot, aktivis Poso, Ambon dan dari kamp Morro Filipina. Apa yang mereka lakukan tersebut menurutnya berdasarkan keyakinan yang mereka anut selama ini. “Tidak, bukan karena benar atau salah,” kata Tri Harmanto.

Kini, sejak peristiwa itu berlalu, mereka yang tersebar di sejumlah wilayah tersebut memulai hidup seperti biasa. Seperti halnya yang dialami oleh Tri Harmanto. Kini, semenjak dirinya dibebaskan dari penjara pada 2008 lalu, mantan terpidana yang didakwa menyembunyikan Noordin M Top tersebut mulai menjalankan aktivitasnya secara normal seperti masyarakat umumnya. Ia sekarang membuka usaha konveksi di kediamannya, desa Manang, Grogol, Sukoharjo.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge