0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pembukaan Solo International Tea Festival (SITF)

Produksi Teh Indonesia Menurun

Ketua Dewan Teh Indonesia, Rachmat Badruddin (timlo.net - dhefi)

Solo – Produksi teh di Indonesia selama kurun waktu 3 tahun terakhir terus menurun. Jika sebelumnya Indonesia berada pada urutan 5 besar dunia dalam produksi teh, tahun  ini turun menjadi urutan 7 dunia, di bawah Vietnam dan Turki.

Dilihat dari luas lahan tanaman teh di Indonesia, dari tahun ke tahun terus mengalami penurunan. “Tiap tahun luas lahan untuk tanaman teh berkurang sekitar 3000 hektar. Selama 10 tahun terakhir ini saja, penurunannya mencapai 30 ribu hektar,” kata Ketua Dewan Teh Indonesia, Rachmat Badruddin kepada wartawan usai pembukaan Solo International Tea Festival (SITF) di Balaikota Solo, Jumat (12/10).

Saat ini, luas lahan teh di Indonesia tinggal 120 ribu hektar saja. Menurutnya, tiap tahun luas perkebunan tersebut terancam terus menyusut dan terkonversi menjadi tanaman lain seperti sawit, sayuran atau karet.

Dari luas tersebut terbagi atas 3 pengelola, yakni PT Perkebunan Nusantara (PTPN), produsen swasta dan produksi rakyat (petani teh). “Oleh pengelola, perkebunan teh dikonversikan ke tanaman lain. Karena menurut mereka lebih menguntungkan,” terangnya.

Oleh karenanya, pihaknya mendorong Pemerintah untuk berupaya melakukan pembinaan terhadap perkebunan teh rakyat. “Dewan Teh Indonesia bersama Pemerintah akan menjalankan program Gerakan Penyelamatan Agribisnis Teh Nasional (GPATN),” terangnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge