0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Perwira Polisi Solo Tolak Dimutasi

(Dok.Timlo.net/ iwan Ang)

Solo — Seorang perwira polisi Polresta Solo, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Digdo Kristanto menolak dimutasi. Lantaran penolakan tersebut dianggap ”membangkang” perintah pimpinan, maka Wakasat Pam Obvit Polresta Solo tersebut diinterogasi Propam Polda Jateng.

Kepada wartawan, mantan Kapolsek Pasar Kliwon ini mengatakan, pihaknya tetap bersikeras tidak mau dipindah menjadi Kanit Sabhara Polsek Tingkir, Salatiga. Atas sikap tersebut, AKP Digdo mengaku dinterogasi petugas Propam lantaran secara resmi mengirimkan penolakan tersebut melalui surat yang dikirimkan ke Kapolri, Jendral Pol Timur Pradopo.

”Pimpinan di Polda Jateng sepertinya tidak berkenan dan merasa tersinggung dengan langkah saya untuk melapor ke Kapolri,” ungkap mantan Kasat Reskrim Polres Banyumas ini, kemarin. Tanpa alasan jelas atas kepindahannya sebagai Kanit Sabhara Polsek Tingkir, AKP Digdo yang pernah 10 kali menjadi Kapolsek ini menunggu langkah Propam Polda Jateng.

”Saya merasa dalam perkembangan berikutnya, status saya jadi terperiksa dan bisa jadi saya dikenakan pasal yang tidak patuh pada pimpinan,” tandas AKP Digdo.

Perwira yang tinggal di Perum Ngringo Indah, Palur, Karanganyar itu menolak alih tugas karena selama delapan bulan sudah tiga kali dimutasi dengan alasan yang tidak wajar. “Dengan mutasi ini nasib saya jadi terombang-ambing,” jelasnya.

AKP Digdo menambahkan, sejak alih tugas dari Kasat Reskrim Polres Banyumas kemudian menjadi Kapolsek Patihrojo Banyumas, hingga kembali bertugas di Polresta Solo, dia mengaku tidak pernah melanggar disiplin kode etik maupun terjerat perkara pidana.

Sementara Kapolresta Solo, Kombes Pol Asdjima’in saat dikonfirmasi wartawan melalui telepon membenarkan jika  salah satu anggotanya (AKP Digdo Kristanto –Red) diperiksa Propam Polda. Pemeriksaan itu, menurutnya dilakukan untuk mengetahui alasan AKP Digdo menolak dimutasi.

Mutasi bagi setiap anggota Polri, tambah Kombes Pol Asdjima’in, bisa dilakukan dimanapun dan kapanpun. “Soal yang bersangkutan dimutasi sebanyak tiga kali selama delapan bulan, itu sah-sah saja,” jelasnya.

Ditambahkan, anggota Polri harus siap ditugaskan di manapun berada. Namun jika yang bersangkutan menolak untuk dimutasi, itu menjadi haknya.

”Tetapi sebagai aparat penegak hukkum, polisi harus siap untuk ditugaskan dimanapun dan kapanpun,” tegas mantan Dirpam Obvit Polda Lampung kepada wartawan, Kamis (11/10)



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge