0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Besok, Masuk Kantor Pemkab Dilarang Pakai Kendaraan

Hemat BBM, PNS Sragen Diimbau Naik Onthel

Kabag Humas dan Protokol Pemkab Sragen, Totok Sutrisnanto, membacakan SE Bupati tentang Larangan Penggunaan Kendaraan Bermotor Dalam Rangka Penghematan BBM dan Pengurangan Polusi Udara. (dok.timlo.net/agung)

Sragen – Larangan menggunakan kendaraan bermotor ketika memasuki halaman Kantor Pemkab Sragen benar-benar akan diterapkan pada Jumat (12/10) besok. Surat Edaran (SE) mengenai hal tersebut sudah disebarluaskan di kalangan Kantor Dinas Badan dan Satuan Kerja Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab Sragen. Inti dari SE tersebut sebenarnya adalah dalam rangka penghematan bahan bakar minyak (BBM) dan untuk mengurangi polusi udara.

SE N0. 426/149/08/2012 tertanggal 9 Oktober 2012 tentang Larangan Penggunaan Kendaraan Bermotor Dalam Rangka Penghematan BBM dan Pengurangan Polusi Udara, ditandatangi Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman, pada tanggal 9 Oktober 2012. SE ini untuk menindaklanjuti Instruksi Presiden RI No. 13 tahun 2011 tentang Penghematan Energi dan Air.

Berdasarkan hal tersebut, maka kepada seluruh pejabat dan pegawai Pemkab Sragen dilarang untuk menggunakan kendaraan bermotor, baik roda 2 ataupun roda 4 pada kegiatan senam pagi di Gedung Olah Raga (GOR) dan sebagai sarana ke tempat kerja. Sebagai gantinya

Kabag Humas dan Protokol Pemkab Sragen, Totok Sutrisnanto, mengatakan, sebagai gantinya maka para PNS dihimbau untuk menggunakan sepeda kayuh (onthel) ketika mereka berangkat kerja. Sementara bagi PNS yang rumahnya jauh di atas 10 Km dihimbau untuk menitipkan kendaraannya di sekitar Kantor Pemkab Sragen.

“Seperti yang disebutkan dalam SE, maka untuk PNS agar mau kembali ke alam untuk tidak naik kendaraan baik roda dua atau empat. Yang rumahnya jauh bisa menitipkan kendaraannya dan masuk halaman Pemkab sudah tidak membawa kendaraan,” kata Totok ketika ditemui wartawan, Kamis (11/10).

Lebih lanjut Totok menjelaskan, kebijakan bupati tersebut juga dapat mendatangkan ladang bagi masyarakat untuk mengais rezeki dengan cara membuka tempat parkir yang ada di sekitar Kantor Pemkab. Selain itu SE dari bupati tersebut juga diberlakukan untuk semua kantor dinas dan badan di lingkungan Pemkab Sragen.

“Ini berlaku untuk semua kantor dinas di Sragen, hanya saja untuk kantor Setda harus bisa memberikan contoh bagi yang lainnya. Saya yakin himbauan dalam SE itu bisa dilaksanakan,” ujarnya.

Khusus bagi para tamu yang mengurus sesuatu ke Pemkab, baik di Kantor Unit Pelayanan Terpadu Penanggulangan Kemiskinan (UPTPK) dan Badan Pelayanan Terpadu dan Penanaman Modal (BPTPM) tetap disarankan untuk menitipkan kendaraannya di luar kantor Pemkab. “Nanti akan ada petugaas dari Satpol PP yang akan mengarahkan para tamu dimana mereka harus memarkir kendaraannya,” pungkas Totok.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge