0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Lomba Kreasi Kuliner Teh Bersama Kepala Djenggot

Nogosari Saus Teh Hingga Serabi Notodhewe

Salah satu jajanan pasar yang dilombakan di Lomba Kreasi Kuliner Teh Bersama Kepala Djenggot, Kamis (11/10). (Dok:Timlo.net/Ronny)

Karanganyar —  Beberapa orang nampak sibuk menata makanan dan minuman di sebuah pendhapa. Di deretan meja yang tersedia, terlihat berbagai makanan jajanan pasar yang disajikan secara unik, disertai berbagai minuman teh. Mereka adalah para peserta acara Lomba Kreasi Kuliner Teh Bersama Kepala Djenggot yang digelar Kamis (11/10) di PT Gunung Subur Sejahtera, Jaten, Karanganyar.

Dalam lomba tersebut, para peserta yang terdiri dari masyarakat umum, mahasiswa perhotelan & pariwisata dan pembuat jajanan pasar dituntut untuk membuat kreasi jajanan pasar dengan menggunakan bahan tambahan teh. Mereka diperbolehkan untuk unjuk kebolehan mengolah jajanan pasar secara perorangan atau per kelompok di mana masing-masing kelompok terdiri dari tiga orang.

Jajanan pasar yang familiar di kalangan masyarakat akhirnya disulap menjadi sajian yang lezat dan unik baik dari bahan pembuatan dan cara penyajian hingga tidak kalah dengan menu makanan mewah yang disajikan di hotel atau cafe mahal.

Ada berbagai menu jajanan pasar yang disertakan dalam lomba tersebut seperti misalnya Jangelut dengan blackcurrent tea, Nogosari Saus Teh hingga jajanan pasar dengan nama lucu seperti Serabi Notodhewe.

Salah satu kelompok dari SMK Sahid memilih jajanan putu sebagai menu untuk dilombakan. “Kami memilih putu karena jajanan ini sudah familiar dan merupakan jajanan yang cocok untuk dinikmati bersama teh,” terang Khoiri, salah satu anggota kelompok tersebut. Mereka memberi nama jajanan yang disajikan dengan bentuk bunga bintang tersebut dengan nama Putu Ayu dengan minuman pendamping lemon tea.

Sementara kelompok peserta lain dari komunitas Gereja Bethany, Solo Baru memilih menu Puding Pepaya atau yang oleh masyarakat Jawa lebih dikenal dengan nama gudir. “Kami memilih menu ini karena bahan-bahannya sederhana dan mudah didapat serta cara pembuatannya juga mudah. Lagi pula, menurut saya jarang orang memadukan gudir dengan pepaya,” terang Yanti, salah seorang anggota kelompok tersebut.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge