0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Via Valen Enjoy Bersama Seramania Solo

Via Valen, primadona OM Sera (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Salah seorang penyanyi dangdut asal Sidoarjo, Via Valen yang menjadi primadona di setiap tampil di panggung bersama Orkes Melayu (OM) Sera ternyata lebih enjoy memilih lagu-lagu berirama koplo dibanding musik lain. Dimulai pada tahun 2006 dirinya melantunkan lagu-lagu berirama melayu tersebut. Darah musik dangdut diwarisi dari ayahnya yang juga merupakan seorang musisi dangdut memainkan gitar melodi.

Artis dangdut kelahiran 1 Oktober 1990 tersebut pernah juga membentuk band beraliran pop saat masih duduk di bangku SMP dan SMA antara tahun 2004 hingga 2006. Namun kecintaannya terhadap musik dangdutlah yang akhirnya menentukan dirinya lebih memilih musik melayu tersebut untuk berkarier.

Antusiasme penonton saat menyaksikan konser musik dangdut, diakui Valen, terkadang menjadi momok tersendiri. Bahkan terkadang konser sempat dihentikan untuk mencegah hal yang lebih buruk terjadi. Namun bagi dirinya, hal tersebut malah menjadi semangat tersendiri dalam menghidupkan suasana panggung.

“Seorang penyanyi dangdut memegang peran tersendiri dalam menenangkan penontonnya, namun hal itu tidak membuat saya takut, malah semakin enjoy,” ujar Via Valen saat ditemui di sela-sela konser OM Sera di THR Sriwedari, Rabu (10/10) malam. Secara khusus, Via memuji Seramania Solo (penggemar OM Sera Gresik) yang sangat antusias namun tetap tertib.

Via Valen mulau terjun ke dunia tarik suara sejak berumur 10 tahun. Ia sering diajak ayahnya ikut manggung mengisi stand penyanyi menggantikan penyanyi-penyanyi dangdut lain yang tidak bisa tampil. Namun, kala itu penonton musik dangdut belum setertib sekarang ini. Beranjak dari pengalaman masa kecilnya tersebut saat ini dirinya lebih bisa menguasai penonton saat tampil di atas panggung.

“Sejak 10 tahun saya sudah nyanyi, Mas, dulu lebih brutal lagi penontonnya apalagi di daerah timur. Namun berkat hal itu saya semakin bisa mengendalikan penonton, terbukti sampai saat ini tidak ada konser Sera yang dihentikan karena kasus kebrutalan penonton,” ujarnya wanita berusia 22 tahun tersebut.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge