0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Manajer Persis LPIS dan LI Harus Berunding

Rudy Beri Isyarat Peleburan Persis Solo

Wawali Solo FX Hadi Rudyatmo yang sebentar lagi dilantik menjadi Walikota Solo, menggantikan Jokowi (Dok.Timlo.net/ Dhefi Nugroho)

Solo —  Wacana sekaligus proses kembali dileburnya “dua Persis Solo” masih terus menghangat di tengah-tengah masyarakat Kota Bengawan. Meski beberapa pihak, baik perwakilan Persis LPIS maupun Persis LI mulai mengarah kata setuju untuk kembali meleburkan diri dalam satu klub Persis Solo, namun proses penggabungan “dua Persis” hingga kini masih sebatas rencana.

Mantan Ketua Umum Pengcab PSSI Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo sedikit memberikan saran untuk mengakhiri problem yang masih menghinggap di klub berjuluk Laskar Sambernyawa tersebut. Dengan tegas, pria yang akrab disapa Rudy ini mengatakan, untuk menyelamatkan kondisi tim sepakbola kebanggaan Wong Solo adalah masing-masing manajer dari kedua klub harus segera bertemu dan berunding. Ya, menurutnya, baik Joni Sofyan Erwandi dari Persis LPIS maupun Totok Supriyanto dari Persis BLI harus segera bertatap muka.

Rudy yang sebentar lagi dilantik menjadi Walikota Solo (menggantikan Jokowi yang bakal jadi Gubernur DKI Jakarta) menilai, hanya dengan mengadakan pertemuan dua manajer Persis tersebut, diyakini bakal menemui solusi tepat bahwa bagaimanapun juga Persis harus kembali menjadi satu dan mengikuti salah satu kompetisi saja.

“Kedua manajer harus segera bertemu untuk membahas Persis untuk satu kompetisi. Lebih cepat lebih baik. Tidak perlu menunggu berlangsungnya kongres. Nanti kalau Persis sudah satu, bagaimanapun hasil kongres kan tinggal mengikuti,” terang Rudy kepada para wartawan, di Stadion Manahan, Rabu (10/10).

Menurut Rudy sudah sewajarnya jika Persis lebih bijak lagi menentukan keikutsertaan di kompetisi yang resmi dan sah secara hukum. “Tentunya kita tidak bicara IPL atau ISL. Tapi lebih pada kompetisi yang diakui FIFA. Selanjutnya tinggal bagaimana Ketua Umum nanti melegalkan kompetisi itu,” imbuh pria berkumis tebal ini.

Ditambahkan, menyangkut kondisi finansial klub yang berdiri sejak 1923 ini, adalah profesional dalam mengatur keuangan tim. Banyaknya pemain yang molor mendapatkan gaji dinilalinya akan sengat mengganggu kondisi tim. “Tidak masalah sponsor mau darimanapun, yang terpenting finansialnya sehat dan jelas. Tidak hanya untuk gaji pemain, tetapi juga untuk operasional setiap hari. Sehingga permasalahan seperti yang dialami musim lalu tidak terulang,” tandasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge